Rokan Hulu

Onduo, Tradisi Melayu Rohul Riau Menimang Bayi yang Penuh Pantun Nasehat

Onduo merupakan salah satu tradisi menimang anak secara massal di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Onduo, Tradisi Melayu Rohul Riau Menimang Bayi yang Penuh Pantun Nasehat
Istimewa
Pak Taslim saat melakukan onduo di salah satu acara di Pekanbaru 

Onduo, Tradisi Melayu Rohul Riau Menimang Bayi yang Penuh Pantun Nasehat

‎TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Onduo merupakan salah satu tradisi menimang anak secara massal di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Sayangnya, tradisi yang penuh bait pantun dan nasehat ini sudah terlupakan, padahal, tradisi ini sangat bagus untuk generasi muda Rohul.

Taslim, salah seorang Budayawan asal Kabupaten Rohul, merupakan seorang Maestro Tradisi Sastra Lisan Melayu Rohul mengungkapkan, bahwa Onduo atau biasa disebut Onuo di Kabupaten Rohul lebih kepada acara menimang anak.

Tradisi ini sebagai bentuk syukur masyarakat Rohul karena mendapatkan bayi atau cucu baru.

Baca: Awas! Tak Bisa Pinjam Jari Lagi Titip Absen, BKP2D Pelalawan Riau Berlakukan Finger Print 10 Jari

Sebagai bentuk syukur atau nazar, biasanya dibuat acara Onuo.

Menurut Taslim, tradisi Onuo Melayu Rohul berbeda dengan acara menimang anak di daerah lain yang lebih pada mengarah qasidah.

Pak Taslim dalam suatu acara onduo.
Pak Taslim dalam suatu acara onduo. (Istimewa)

Tradisi onuo di Negeri Seribu Suluk‎ lebih banyak bait pantun dan pesan dinyanyikan saat acaranya.

Bukan itu saja, yang mengikuti tradisi‎ onuo juga bukan seorang bayi saja, bisa tiga sampai tujuh bayi ditimang bersama di ayunan yang dibuat khusus.

Acara onuo sendiri hasil kesepakatan yang punya hajat dengan datuk adat, dan mengundang keluarga atau masyarakat sekitar.

Halaman
1234
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved