AS Kecam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020

AS Kecam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020

AS Kecam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020
foto/net
AS Kejam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020 

AS Kecam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020

TRIBUNPEKANBARU.COM- Meski Amerika Serikat mengecam atas pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia, namun tidak membuat Turki membatlakn pengandaan alat perang tersebut.

Bahkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan lantang mengatakan bahwa sistem rudal tersebut akan berfungsi penuh nantinya.

pembelian rudal tersebut sebelumnya menjadikan Turki mendapat sorotan dari Amerika.

Bahkan AS mengatakan akan memberikan sanksi atas kebijakan Turki tersebut

Baca: Turki Sebut AS Merampok karena Tak Serahkan Pesawat F-35 Pesanan yang Sudah Lunas

Baca: Tak Peduli Tekanan AS, Turki Tetap Beli Rudal Canggih S-400 dari Rusia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, sistem rudal S-400 yang dibeli dari Rusia bakal berfungsi penuh pada awal tahun depan.

Pembelian S-400 membuat hubungan Turki dengan NATO, terutama Amerika Serikat ( AS), merenggang, dengan AS mengancam bakal meresponnya dengan sanksi.

Berbicara dalam peringatan tiga tahun upaya kudeta terhadap dirinya Erdogan menuturkan delapan pesawat sudah membawa sejumlah bagian dari S-400, dengan sisanya masih terus berdatangan.

"Atas izin Tuhan, mereka bakal dipasang dan berfungsi sepenuhnya pada April 2020," kata Erdogan di Istanbul seprti diwartakan Radio Free Europe Senin (15/7/2019).

Baca: Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India

Baca: Presiden Turki Erdogan Menjadi Pendamping Mempelai Pria Pesepakbola Mesut Ozil

AS menyatakan selain menjatuhkan sanksi sesuai UU menangkal pembelian senjata Rusia atau CAATSA, Turki juga bisa dikeluarkan dari program jet tempur F-35.

Minggu (14/7/2019), Erdogan berkata Presiden AS Donald Trump mempunyai wewenang untuk mencegah sanksi dijatuhkan, dan mendesak untuk dicarikan "jalan tengah".

Selain dengan AS, keputusan Turki mendatangkan S-400 juga menuai sorotan dari negara organisasi kerja sama Atlantik Utara, dengan ancaman sanksi pun menggelora. Jerman dan Austria, misalnya.

Mereka menyebut Uni Eropa bakal memberi "hukuman" setelah Ankara melakukan pengeboran "ilegal" minyak dan gas di Siprus.

Pernyataan bersama dari menteri luar negeri dua negara itu mengatakan bakal memberikan sanksi kecuali Turki mengubah sikap, dan direspons Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Cavusoglu menjelaskan mereka bakal terus mengebor kecuali pemerintah Siprus bersedia menerima tawaran kerja sama yang diajukan oleh Siprus Turki.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erdogan: Atas Izin Tuhan, Sistem Rudal S-400 Berfungsi Penuh April 2020",

AS Kecam Pembelian Rudal dari Rusia, Presiden Turki Sebut Rudal Akan Berfungsi Penuh di Awal 2020

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved