Rokan Hulu

BREAKING NEWS: Demo di Kantor Bupati Rohul Riau, Demonstran Pecahkan Gelas di Kepala Sampai Berdarah

Aksi damai sempat diwarnai pecah gelas di kepala yang dilakukan salah seorang pendemo bernama Faisal hingga kening berdarah.

BREAKING NEWS: Demo di Kantor Bupati Rohul Riau, Demonstran Pecahkan Gelas di Kepala Sampai Berdarah
Ist
Ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari tiga di Kecamatan Tambusai menggelar aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pasirpangaraian, Kamis (18/7/2019). Seorang demonstran bernama Faisal melakukan aksi pecah gelas di kepala hingga dahinya berdarah. 

BREAKING NEWS: Demo di Kantor Bupati Rohul Riau, Demonstran Pecahkan Gelas di Kepala Sampai Berdarah

‎TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari tiga di Kecamatan Tambusai menggelar aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pasirpangaraian, Kamis (18/7/2019).

Massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tingkok, Tambusai ‎Timur dan Lubuk Soting di gerbang Kantor Bupati Rohul, dijaga ketat personel Polres dan personel Satpol PP Rokan Hulu.

Bahkan, aksi damai sempat diwarnai pecah gelas di kepala yang dilakukan salah seorang pendemo bernama Faisal hingga kening berdarah.

Ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari tiga di Kecamatan Tambusai menggelar aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pasirpangaraian, Kamis (18/7/2019). Seorang demonstran bernama Faisal melakukan aksi pecah gelas di kepala hingga dahinya berdarah.
Ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari tiga di Kecamatan Tambusai menggelar aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pasirpangaraian, Kamis (18/7/2019). Seorang demonstran bernama Faisal melakukan aksi pecah gelas di kepala hingga dahinya berdarah. (Ist)

Baca: Ahok BTP Blak-blakan Jawab Isu Selingkuh dengan Puput Depan Veronica Tan, Mama Saya Jawabnya Top

Karena darah bercucuran, Faisal diantar pakai mobil patroli Polres untuk mengobati lukanya.

Pada orasinya, Roganda Hasibuan ST selaku Koordinator Umum Aksi menyampaikan lima penyataan sikap, yang merupakan aspirasi masyarakat tiga desa, yaitu:

Pertama, masyarakat mendesak Pemkab Rokan Hulu, dalam hal ini Bupati segera menuntaskan permasalahan lahan pola KKPA di PT. Hutahaean berlokasi di Kecamatan Tambusai.

Roganda menjelaskan, sesuai nota kesepahaman awal atau MoU, lahan pola KKPA milik masyarakat tiga desa yang diduga telah dikuasai PT. Hutahaean‎ sekira 2.380 hektare sejak sekira 20 tahun terakhir. Saat itu, tiga desa masih tergabung‎ di Desa Tambusai Timur.

Diakuinya, sedikitnya lima poin pernyataan sikap yang disampaikan massa di aksi damainya, yakni pertama masyarakat meminta PT. Hutahaean membayarkan hasil KKPA kepada masyarakat yang tidak dibayarkan sekira 15 tahun.

Kedua, masyarakat minta Pemkab Rokan Hulu membekukan izin Hak Guna Usaha (HGU) dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu menolak‎ perpanjangan izin PT. Hutahaean.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved