Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Pertanyakan Keterangan KPU Riau Yang Berubah-Ubah Dalam Sidang PHPU

Mahkamah Konstitusi (MK) mempertanyakan keterangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Pertanyakan Keterangan KPU Riau Yang Berubah-Ubah Dalam Sidang PHPU
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Sidang Sengketa Hasil Pileg di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa) 

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Pertanyakan Keterangan KPU Riau Yang Berubah-Ubah Dalam Sidang PHPU

TRIBUNPEKANBARU, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mempertanyakan keterangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Sidang tersebut digelar Mahkamah Konstitusi (MK)  Kamis (18/7/2019).

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih mempertanyakan keterangan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Firdaus Umar yang berubah-ubah selama persidangan.

Diketahui, Firdaus hadir di Gedung MK sebagai pihak termohon atas gugatan yang dimohonkan Partai Nasdem untuk DPRD Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dalam dalilnya, Nasdem menuding ada penggelembungan suara untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ketika rapat rekapitulasi suara tingkat Kecamatan Bathin Solapan.

Sebab, jumlah suara dalam salinan formulir C1 yang dimiliki saksi Nasdem berbeda dengan C1 pihak lain.

Untuk mengecek kebenaran data, Nasdem mengajukan permintaan pembukaan tujuh kotak suara kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bathin Solapan pada saat rekapitulasi tingkat kecamatan.

Namun, karena Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bathin Solapan baru menerima rekomendasi Panwascam setelah rapat rekapitulasi, maka hanya tiga kotak suara yang dibuka.

Pembukaan 4 kotak suara lain disepakati dilanjutkan saat rapat pleno rekapitulasi tingkat Kebupaten Bengkalis.

Halaman
123
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved