Berita Riau

Harga Mahal Picu Inflasi, Sekda Riau Ajak Warga Tanam Cabai di Rumah

Melambungnya harga cabai di Riau disinyalir menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi di Provinsi Riau. Sekda imbau warga tanam cabai di rumah.

Harga Mahal Picu Inflasi, Sekda Riau Ajak Warga Tanam Cabai di Rumah
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Pedagang cabai tengah merapikan dagangannya di Pasar Agus Salim Pekanbaru, Kamis (27/6/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Melambungnya harga cabai di Riau disinyalir menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi di Provinsi Riau.

Saat ini harga cabai di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru masih berkisar antara Rp75 ribu hingga 80 ribu per kilogram.

"Hal yang perlu kita cermati dan perlu kerja keras itu untuk bahan untuk bumbu-bumbuan. Terutama cabai. Baik cabai merah maupun cabai rawit. Memang masih tinggi harganya, ini yang masih jadi masalah," kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Riau yang juga Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Kamis (18/7/2019).

Menurut Sekda, untuk mengatasi inflasi akibat kenaikan harga cabai ini juga sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat.

Misalnya dengan menanam sendiri cabai memanfaatkan lahan pekarangan rumah menggunakan pot.

Pasalnya, Riau tidak bisa terus mengandalkan daerah produsen cabai seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Mari tanam cabai menggunakan pot di rumah agar minimal kita bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan tidak membeli. Karena saat ini daerah produsen cabai seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga tengah mengalami inflasi akibat harga cabai," sebutnya.

Baca: JCH Asal Meranti Diminta Pakai Ihram Sejak ke Luar Hotel

Baca: Sembilan Kloter Sudah Tiba di Tanah Suci, Embarkasi Haji Antara Masih Sepi

Selain itu, pihaknya meminta dinas terkait seperti Dinas Perkebunan melalaui bidang tanaman pangan untuk dapat serius melakukan budidaya cabai ini.

Jangan disaat sudah terjadi inflasi baru sibuk melakukan budidaya.

"Dinas terkait juga harus serius dan konsisten, masalah kita sekarang ini tidak konsisten. Padahal, kejadian seperti ini sudah kerap terjadi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved