Subli, Jemaah Haji Inhil Berusia 64 Tahun Meninggal di RS King Fadh Madinah

Satu orang jemaah haji asal Kabupaten Inhil, meninggal dunia di RS King Fadh, Madinah, karena menderita sakit.

Subli, Jemaah Haji Inhil Berusia 64 Tahun Meninggal di RS King Fadh Madinah
Ist
JCH Kabupaten Inhil bernama Subli Bin Muhammad berusia 64 tahun, meninggal dunia di Madinah. Almarhum Subli tergabung dalam kloter 03 BTH atau kloter 01 Kabupaten Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), membenarkan ada seorang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Inhil yang meninggal dunia.

JCH Inhil asal Kecamatan Tembilahan ini diketahui meninggal di Rumah Sakit (RS) King Fadh Madinah, pada Senin (15/7) lalu sekitar pukul 11.30 waktu Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil, H Harun melalui Kasi Haji, Idrus, menuturkan, jamaah asal Inhil yang meninggal tersebut bernama Subli Bin Muhammad berusia 64 tahun, yang tergabung dalam kloter 03 BTH atau kloter 01 Kabupaten Inhil.

“Meninggalnya saat jamaah bersiap untuk berangkat ke Mekkah,” ujar Idrus kepada Tribun, Kamis (18/7).

Menurutnya, sebelum berangkat, yang bersangkutan memang telah diketahui memiliki penyakit yang cukup serius. “Sakit stroke ringan (jantung), sebelumnya sudah diketahui,” tuturnya.

Saat ini jenazah almarhum telah diurus oleh Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) untuk dimakamkan.

Lebih lanjut Idrus menuturkan, saat ini beberapa JCH Inhil masih tertahan di Madinah dan belum bisa melanjutkan perjalanan ke Mekkah, karena menderita sakit yang cukup serius.

“Sekarang di Mekkah nunggu ibadah wukuf, tawaf qudum sudah selesai. Masih ada beberapa yang sakit, tinggal di rumah sakit di Madinah, jadi belum bisa diberangkatkan,” terangnya.

Selanjutnya, para JCH Inhil yang masih berada di Madinah ini akan diberangkatkan ke Mekkah bila kondisinya sudah memungkinkan dan mendapat izin dari dokter atau tenaga kesehatan di sana.

“Nanti ditumpangkan ke kloter lainnya, menunggu kloter BTH lain sampai sana untuk kemudian dibawa ke Mekkah. Itu pun kalau kondisinya sudah layak, baru bisa ikut,” tutur Idrus. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved