Rokan Hulu

VIDEO Sungai Larangan di Desa Sungai Salak Rohul, Lambang Kesadaran Masyarakat

Menurutnya, sungai larangan ini adalah bentuk dari kesadaran tinggi masyarakat‎ akan paraturan yang telah ditetapkan secara bersama-sama, sehingga

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Sukiman bersama Sekda Rohul, H. Abdul Haris, menghadiri acara panen ikan larangan di desa Sungai Salak, kecamatan Rambah Samo, pada Kamis (18/7/2019). 

Di acara tersebut juga terlihat hadir, Ketua PKK Rohul, Hj. Peni Herawati, Ketua Darma Wanita, Hj. Neti Herawati, Kepala Dinas dan badan di lingkungan pemerintah kabupaten Rohul. 

Dalam acara tersebut, Bupati Rohul, bersama Sekda Rohul, ikut memanen ikan larangan di sungai Salak, dengan mengunakan Pancing.

Terlihat bupati maupun Sekda sangat menikmati mancing di sungai larangan. 

Situasi sempat riuh saat pancingan bupati Rohul, dimakan ikan yang diperkirakan bobotnya lebih dari 2 Kg, saat hendak manarik pancingnya, ternyata ikan melakukan perlawanan, dan pada akhirnya ikan pun lepas. 

Baca: Langgar Aturan Denda Rp 10 Juta, Mancing di Sungai Larangan Hanya Boleh Pakai Pancing dan Tangguk

Baca: Denjaka, Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut yang Lihai di Laut dan Piawai di Darat (VIDEO)

Setelah menikmati memancing di sungai larangan desa sungai salak, Bupati Rohul, H. Sukiman mengaku, kegiatan panen ikan larangan dengan cara memancing ini sangat seru, dan menjadi hiburan masyarakat sekitar. 

Dirinya mengaku, ikan yang bisa tumbuh besar hingga 5 Kg lebih ini, menunjukan bahwa masyarakat disini kompak dan patuh dengan aturan yang telah disepakati bersama. 

Menurutnya, sungai larangan ini adalah bentuk dari kesadaran tinggi masyarakat‎ akan paraturan yang telah ditetapkan secara bersama-sama, sehingga peraturan yang telah dibuat bisa dilaksanakan sebaik-baiknya. 

"Kalau masyarakatnya gak  sadar dan ‎gak patuh, udah jelas ikan nya gak ada di sungai ini, bahkan bisa habis sebelum jadi besar. Makanya membuat sungai larangan ini masyarakatnya harus patuh dan taat aturan yang telah di buat," sebutnya. 

Sukiman juga merasa bangga dengan kekompokan masyarakat sungai salak, yang mampu menjaga dan menjalankan aturan yang telah disepakati. 

Ia mengaku, akan memberikan bantuan bibit ikan di desa sungai salak, untuk di besarkan di sungai larangan. Sehingga setiap tahunnya bisa ‎menjadi kegiatan rutin untuk masyarakat. 

"Sekarang kan sungai laranganya baru 1,5 KM, untuk tahun depan bisa di panjangkan lagi jadi 15 KM sungai larangan di sungai salak ini," pungkasnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved