Pekanbaru

35 WNA Bangladesh Segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru

Mereka ini awalnya diamankan oleh jajaran Polres Dumai di Jalan Soekarno Hatta, Kota Dumai.

35 WNA Bangladesh Segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru
Rudenim Pekanbaru
Sebanyak 35 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh hasil penyerahan Kantor Imigrasi Klas II Dumai beberapa hari lalu, akan segera dideportasi oleh petugas dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. 

35 WNA Bangladesh Segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 35 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh hasil penyerahan Kantor Imigrasi Klas II Dumai beberapa hari lalu, akan segera dideportasi oleh petugas dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru.

Dimana awalnya, mereka ini diamankan oleh jajaran Polres Dumai di Jalan Soekarno Hatta, Kota Dumai. Mereka berencana hendak melakukan perjalanan ke Malaysia.

"WNA ini awalnya masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandar Ngurah Rai Bali tanggal 16 dan 17 Juli. Sebanyak 13 orang tiba di Bali pada 13 Juli dan 22 orang lainnya pada 17 Juli," kata Junior M Sigalingging, Kepala Rudenim Pekanbaru, Jumat (19/7/2019).

Baca: Pelaku Berteriak Mati Saat Bakar Studio Animasi di Jepang, 33 Orang Tewas, Motif Serangan Diungkap

Lanjut Junior, 35 warga Bangladesh itu masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan selama 30 hari.

Untuk ke Malaysia, mereka berencana akan melalui jalur laut secara ilegal, dengan melewati pelabuhan tidak resmi. Hal ini guna menghindari pemeriksaan Imigrasi.

Namun belum sampai ke tujuan, mereka pun ditangkap dan diamankan oleh Polres Dumai yang saat itu tengah menggelar razia. Mereka diserahkan ke Imigrasi Dumai.

"Oleh Imigrasi Dumai, selanjutnya diserahkan ke kita (Rudenim Pekanbaru) dalam rangka proses pemulangan atau deportasi," paparnya.

Lebih jauh kata Junior, dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas, ditemukan kalau warga Bangladesh itu memiliki tiket untuk kembali ke negaranya. Namun masa pakai tiket itu sudah kadaluarsa sejak 24 Juni 2019.

Baca: Pengendara Sepeda Motor Tewas Tabrakan dengan Bus di Lintas Timur Inhu Riau, Kendaraannya Hancur

Junior mengaku, pihaknya sudah menyurati Kedutaan Besar Bangladesh untuk Indonesia di Jakarta, untuk memberitahu keberadaan warganya di Riau sekaligus untuk memfasilitasi pemulangan ke negara asalnya.

"Mereka harus punya tiket baru untuk bisa pulang. Diharapkan pemerintahan negaranya bisa memfasilitasi dan kami juga akan memberi tahu keluarga mereka agar bisa secepatnya meninggalkan Indonesia," ulasnya.

Junior menambahkan, 35 orang WNA asal Bangladesh tersebut dikenakan pasal 113 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan lakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendetensian dan pendeportasian. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved