Area Parkir Jadi Lokasi Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sungai Salak, Inhil

Pihak kecamatan bersama para pedagang, sepakat menggunakan areal parkir di depan pasar sebagai lokasi penampungan sementara.

Area Parkir Jadi Lokasi Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sungai Salak, Inhil
tribun pekanbaru
Para pedagang melihat kios mereka di Pasar Sungai Salak yang rusak berat, Selasa (16/7) lalu. Pasar ini rusak berat setelah dilanda kebakaran pada Senin (15/7) malam. 

tribunpekanbaru.com - Pedagang Pasar Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, yang menjadi korban kebakaran beberapa hari lalu, akhirnya bisa kembali berjualan.

Pemerintah Kecamatan Tempuling bersama Unit Pimpinan Kecamatan (Upika) Tempuling dan para pedagang, telah menyepakati Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedangan korban bencana kebakaran.

Camat Tempuling, M Ridwan menuturkan, berdasarkan hasil rapat yang digelar Kamis (18/7) lalu, semua pihak terkait telah bermusyawarah dan menyetujui area parkir di depan gedung pasar saat ini menjadi lokasi TPS.

“Kami bersama masyarakat telah musyawarah. Lokasi itu di depan los pasar yang terbakar, di sepanjang pasar,” ujar Ridwan, Jumat (19/7) siang.

Sementara itu untuk pembangunan lapak bagi para pedagang, akan dilakukan secara swadaya dari masyarakat dan bantuan dari berbagai pihak.

“Kita akan bangun lapak 2x5 meter untuk tiap pedagang. Jumlah lapak yang dibangun 47 lapak, berkurang dari sebelumnya yang jumlahnya 49. Setelah didata kembali, jumlah pedagang hanya itu yang aktif,” tuturnya.

Sementara itu, mengenai nasib bangunan pasar yang bekas terbakar, Bupati Inhil, HM Wardan, menyerahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menilai kelayakan bangunan. Karena pasar yang dibangun pertama kali tahun 2007 tersebut merupakan aset Pemkab Inhil.

Setelah ada penilaian, barulah perencanaan terhadap pasar tersebut dilakukan, apakah tetap dibangun di lokasi yang sama atau mencari tempat lain. “Kita akan segera melaksanakan perencanaan sehingga ini bisa kita tata dengan baik. Apakah tetap memanfaatkan lokasi ini sebagai pasar atau lokasi lain,” ujar Wardan usai meninjau lokasi pasar yang terbakar.

Perencanaan akan menjadi tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, untuk menganggarkan pembangunan pasar Sungai Salak. “Kita sedang pembahasan APBD perubahan, jika memungkinkan dianggarkan supaya tidak terlalu lama,” tutur Wardan lagi.

Plt Kepala Disperindag Inhil, Dhoan, membeberkan, perencanaan rehab pasar Sungai Salak sebenarnya sudah masuk penganggaran tahun 2020. Namun musibah kebakaran sudah mendahului.

“Sesuai arahan Pak Bupati, kami akan koordinasi dengan beberapa OPD terutama PU dan Bagian Aset,” ungkap Dhoan yang ikut mendampingi Wardan meninjau bekas kebakaran tersebut.

Hanya saja, menurut Dhoan, pengembangan pasar terhalang Peraturan Menteri (Permen) PU yang melarang bangunan berada langsung di tepi sungai. Hal tersebut akan jadi pertimbangan dalam pengembangan pasar selanjutnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved