Pekanbaru

Belum Ada Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di PT PER, Belasan Saksi Diperiksa Kejari Pekanbaru

Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru menjelaskan, pihaknya sejauh ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi di PT PER.

Belum Ada Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di PT PER, Belasan Saksi Diperiksa Kejari Pekanbaru
Internet
Ilustrasi 

Belum Ada Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di PT PER, Belasan Saksi Diperiksa Kejari Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni menjelaskan, pihaknya sejauh ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

Disebutkan dia, Jaksa Penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan data dan alat bukti.

"Sudah belasan orang saksi yang kita periksa. Terakhir ada yang kita panggil untuk pemeriksaan tambahan," ujar Yuriza kepada Tribun, Jumat (19/7/2019).

Baca: Ada Dugaan Sejumlah Nama Dicatut, Belasan Wartawan Desak Revisi SK Pengurus FW KLA Pekanbaru

Lanjut Yuriza, dalam kasus ini pihaknya belum menetapkan tersangka.

"Tersangka belum. Nanti kalau proses pemeriksaan sudah selesai semua, alat bukti sudah lengkap, baru kita gelarkan perkaranya untuk menetapkan tersangka," jelasnya.

Untuk diketahui, dugaan korupsi ini terjadi dalam rentang waktu 2013 - 2015, saat PT PER melakukan penyaluran kredit bakulan, atau kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dimana dalam prosesnya, diduga telah terjadi penyimpangan.

Di antaranya penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada 7 perjanjian kredit, atas nama 3 mitra usaha, pencatatan dalam laporan nominatif kredit lapping sebesar Rp1,2 miliar.

Penyimpangan atas pencatatan laporan nominatif kredit ini, terjadi pada per 31 Desember 2014, per Desember 2015, per Desember 2016, dan per 31 Desember 2017.

Terdapat penyimpangan pemberian 3 fasilitas kredit baru kepada 2 mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

Baca: 35 WNA Bangladesh Segera Dideportasi dari Rudenim Pekanbaru

Lalu terjadi penggunaan fasilitas kredit yang diterima 2 mitra usaha, yang tidak disalurkan kepada anggota mitra usaha. Tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER.

Sementara itu, terkuaknya kasus dugaan korupsi ini, berdasarkan laporan dari pihak PT PER sendiri ke Kejari Pekanbaru. Dimana sebelumnya sudah ada audit dari satuan internal mereka.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda).

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved