Dua Polisi Terluka Saat Penangkapan Kelompok SMB di Batanghari, Jambi

Tim gabungan TNI-Polri menggerebek markas kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB), yang mengeroyok Satgas Karhutla Jambi beberapa hari lalu.

Dua Polisi Terluka Saat Penangkapan Kelompok SMB di Batanghari, Jambi
antara
Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Irwan (dua kanan), Gubernur Jambi Fachrori Umar (tiga kanan), Kapolda Jambi Irjen Muchlis (tengah), memeriksa barang bukti yang disita dari kelompok SMB di Polda Jambi, Jumat (19/7). 

tribunpekanbaru.com - Dua polisi dari Polda Jambi dilarikan ke rumah sakit usai menangkap kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB), di Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Kamis (18/7) lalu. Kedua polisi itu luka karena dapat perlawanan dari kelompok SMB saat hendak ditangkap tim gabungan TNI-Polri.

Kabid Humas Polda Jambi, Kuswahyudi Tresnandi, membenarkan ada dua polisi yang terluka saat penangkapan kelompok SMB tersebut. "Benar ada dua orang polisi terluka, sedangkan korban jiwa tidak ada," ujarnya.

Kuswahyudi mengatakan, ada puluhan orang kelompok SMB ditangkap, dan pada malam harinya langsung dibawa ke Polda Jambi. Dikatakan, istri Muslim, pemimpin kelompok SMB, juga turut ditangkap.

Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) membuat heboh dengan mengeroyok tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 14 Juli lalu. Saat itu, mereka melakukan pembakaran untuk membuka lahan, namun api langsung dipadamkan tim karhutla gabungan di Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mandaluh, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi.

Namun ternyata, tim gabungan yang terdiri dari TNI dari Korem 042/Garuda Putih Jambi, Polri, Damkar, BNPB, dan karyawan PT Wira Karya Sakti (WKS), langsung diserang kelompok SMB. Akibatnya beberapa anggota Satgas Karhutla Jambi mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, pada 10 Juli, kelompok SMB ini juga terlibat bentrok dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi. Bentrok ini mengakibatkan Kepala Desa Sengkati Baru bernama Hardianto, nyaris tewas berserta puluhan warga desa karena dikeroyok kelompok SMB.

Kelompok ini digerebek tim gabungan TNI-Polri di markasnya di kawasan Distrik VIII Kabupaten Batanghari, Jambi. Selain pemimpinnya bernama Muslim dan istrinya, juga diciduk 45 pengikutnya.

Kapolda Jambi, Irjen Muchlis AS mengatakan, ke-45 anggota kelompok SMB saat ini ditahan di Mako Brimob Jambi. Dari mereka diamankan barang bukti berupa 10 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek, tiga bambu runcing, 49 sajam, 47 pisau sangkur, empat peluru tajam, dua unit HT, satu laptop, dua unit motor, dan baju kaos TNI satu buah.

Dari jumlah yang ditangkap, 20 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus penganiayaan terhadap tim Satgas Karhutla Jambi. Sementara 25 orang lainnya hingga Jumat (19/7) masih diperiksa.

Muchlis AS saat jumpa pers di Polda Jambi bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, dan Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Jumat (19/7) mengatakan, bagi yang tidak terbukti terlibat kasus ini akan dikembalikan ke keluarganya. (rin/vva/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved