DETIK-DETIK Penembakan Anggota TNI oleh Kelompok KKB Papua di Nduga, Ini Kronologinya

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, Prada Asuman Hambelo gugur akibat luka tembak di bagian pinggang.

DETIK-DETIK Penembakan Anggota TNI oleh Kelompok KKB Papua di Nduga, Ini Kronologinya
.
Viral Video KKB Umumkan akan Lakukan Pembantaian di Freeport 

DETIK-DETIK Penembakan Anggota TNI oleh Kelompok KKB Papua di Nduga, Ini Kronologinya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Prada Usaman Hambelo, seorang anggota TNI yang bertugas untuk pengamanan pembangunan Jalan Trans Papua gugur seusai diserang Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (20/7/2019).

 

Lokasi penyerangan terhadap personel TNI berada di lokasi pembangunan Jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, yang merupakan proyek strategis pemerintah pusat, yakni Pembangunan JaLan Trans Papua.  

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, Prada Asuman Hambelo gugur akibat luka tembak di bagian pinggang.

Kronologi Penembakan Anggota TNI oleh Kelompok KKB Papua di Nduga Diungkap Kolonel Inf M Aidi
Kronologi Penembakan Anggota TNI oleh Kelompok KKB Papua di Nduga Diungkap Kolonel Inf M Aidi (kolase/indojayanews.com)

Baca: KABAR TERBARU Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva: Sempat Dikabarkan Ikut Aliran Sesat

Baca: VIDEO STREAMING Bhayangkara FC Vs Persipura Jayapura Sore Ini LIVE OChannel

Baca: VIDEO SEDANG BERLANGSUNG ICC 2019 Real Madrid vs Bayern Muenchen

Waktu istirahat

Aidi menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi ketika pasukan TNI yang mengawal pembangunan Jalan Trans Papua sedang beristirahat dan melaksanakan ibadah shalat. Secara tiba-tiba, para personel TNI diserang oleh kelompok separatis dari arah semak belukar.

Menurut Aidi, pelaku penembakan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi para prajurit TNI beristirahat. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran.

Namun, baku tembak antara anggota TNI dan kelompok separatis terjadi cukup singkat.

"Namun dengan pertimbangan keamanan, karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ujar Aidi.

Kemudian, seusai pasukan memukul mundur kelompok separatis, baru diketahui ada satu orang anggota TNI yang terkena tembakan.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved