Ratu Kecantikan Rusia Bantah Diceraikan Mantan Raja Malaysia

Mantan ratu kecantikan Rusia Rihana Oksana Voevodina membantah kabar tidak sedap bahwa dia bercerai dengan eks Raja Malaysia.

Ratu Kecantikan Rusia Bantah Diceraikan Mantan Raja Malaysia
foto/net
Mantan Raja Malaysia Sultan Muhammad V dan eks istri yang diceraikannya, mantan ratu kecantikan Rusia Oksana Voevodina. (Instagram Oksana Voevodina) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUALALUMPUR - Mantan ratu kecantikan Rusia Rihana Oksana Voevodina membantah kabar tidak sedap bahwa dia bercerai dengan eks Raja Malaysia Sultan Muhammad V.

Mantan Miss Moscow 2015 itu berbicara kepada Malaysiakini via TODAYonline Sabtu (20/7/2019) bahwa dia masih istri dari Sultan asal Kelantan itu.

Dia juga menyebut perceraian belum dimasukkan. "Saya belum diberi tahu bakal bercerai," ujar Voevodina yang menambahkan, dia tengah di Rusia bersama anaknya.

Berdasarkan keterangan pemberitaan setempat, Voevodina berada di Singapura pada Juni lalu untuk mengurus perceraian dengan Sultan Muhammad V.

Voevodina kemudian menanggapi bahwa kabar itu merupakan aksi provokasi. "Kami tidak pernah memasukkan berkas perceraian," tegas dia kembali.

Namun, jawaban berbeda diberikan oleh pengacara Sultan Muhammad V dari Singapura, Koh Tien Hua. Dia menyebut Raja Malaysia ke-15 itu resmi bercerai.

"Sultan berusia 49 tahun itu memutuskan melakukan Talak Tiga kepada Nona Rihana Oksana Voevodina pada 22 Juni lalu, dan tidak dapat ditarik lagi," ujar Koh.

Melalui pernyataan tertulis dikutip dari Channel News Asia, Koh menuturkan pihaknya sudah memberi tahu Voevodina melalui pengacaranya yang berada di Rusia.

Koh melanjutkan, proses perceraian itu dilakukan di hadapan dua saksi Muslim kompeten yang telah ditunjuk sehingga sesuai dengan Hukum Syariah.

Sultan Muhammad V menikah dengan Voevodina pada tahun lalu, di mana Voevodina kemudian mengumumkan dia melahirkan buah hatinya dengan sang raja Mei lalu.

Pada Januari lalu, secara mengejutkan Sultan Muhammad V memutuskan mengundurkan diri sebagai Yang di-Pertuan Agong sejak menjabat pada Desember 2016.

Sesuai dengan konstitusional monarki Negeri Jiran, jabatan Yang di-Pertuan Agong bakal dibagikan kepada sembilan penguasa negara bagian Malaysia.

Sultan Pahang Abdullah Sultan Ahmad Shah terpilih sebagai pengganti Sultan Muhammad V untuk masa jabatan lima tahun ke depan. (*)

Editor: ihsan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved