Indragiri Hilir

Waspada Gigitan Anjing Liar, Masyarakat Inhil Diimbau Berhati-hati, Kasusnya Sedang Marak

Imbauan ini diberikan karena maraknya kasus penyerangan anjing liar di beberapa kecamatan di Kabupaten Inhil akhir–akhir ini.

Waspada Gigitan Anjing Liar, Masyarakat Inhil Diimbau Berhati-hati, Kasusnya Sedang Marak
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
FOTO ILUSTRASI - Antisipasi Penyebaran Rabies di Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap penularan penyakit rabies.

Imbauan ini diberikan karena maraknya kasus penyerangan anjing liar di beberapa kecamatan di Kabupaten Inhil akhir–akhir ini.

Dalam satu bulan terakhir saja, berdasarkan data dari DTPHP Kabupaten Inhil, sebanyak 15 orang warga Kabupaten Inhil di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) serta Kecamatan Tembilahan menjadi korban gigitan anjing liar.

Kepala DTPHP Inhil, Kuswari menuturkan, penyakit rabies atau anjing gila dapat menular ke manusia dan menimbulkan dampak yang sangat nyata bagi kesehatan.

“Kita mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika ada hewan anjing yang berkeliaran,” ujar Kuswari, Minggu (21/7/2019).

Baca: Magicomic Show, Link Live Streaming VIDEO Indosiar Pukul 20.30 WIB Malam Ini

Lebih lanjut Kuswari menjelaskan, dari 15 korban tersebut, 10 kasus gigitan anjing liar terjadi di Kecamatan GAS dan 5 kasus terjadi di Kecamatan Tembilahan.

“Kita akan turun ke Kecamatan GAS, karena di sana ada laporan 10 orang terkena gigitan anjing liar. Kejadian lain juga terjadi di sekitar Kecamatan Tembilahan, dari laporan di Puskesmas ada sekitar 5 warga yang berobat akibat terkena gigitan anjing liar,” jelas Kuswari.

Kuswari menegaskan, pihaknya akan bekerjasama dengan masyarakat melalui pihak kecamatan untuk menangkap anjing liar yang diduga mengidap rabies tersebut untuk selanjutnya bisa dicek dan dikenali ciri-cirinya, apakah memang benar-benar mengidap rabies.

Menurut Kuswari, semua pihak bisa untuk menangkapnya selagi masih sesuai dengan aturan yang belaku, yaitu tidak membunuh atau di tembak dan di racun.

“Tapi untuk di bius boleh, makanya harus kita tangkap dulu supaya anjingnya jangan berkeliaran,” katanya.

Baca: LIVE: Gubernur Riau Syamsuar Buka Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 di Rohul

Terakhir kepada seluruh masyarakat yang memiliki anjing, Kuswari mengimbau untuk merantai hewan peliharaannya sebelum nantinya akan dilakukan vaksinasi.

“Kalau memang anjing tersebut gila serta mengidap rabies maka dalam 15 hari dia akan mati sendiri,” terangnya.

Sementara itu dalam surat edaran pemberitahuan terkait kasus gigitan anjing liar ini, DTPHP Inhil mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya anjing yang berkeliaran tanpa pemilik di lingkungan tempat tinggal, masyarakat yang mempunyai anjing peliharaan agar diikat dengan rantai maksimal 1,5 m, Anjing peliharaan agar dapat dilakukan vaksinasi rabies di DTPHP Inhil.(Tribuntembilahan.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved