Dugaan Lima Pelajar Dumai Tertular HIV/AIDS, Sedangkan di Pekanbaru Kasus Serupa Didominasi GAY

Heboh diberitakan bahwa Pelajar di Kota Dumai, Riau diduga tertular HIV dan AIDS. Virus ini sudah menyebar ke seluruh Kecamatan.

Dugaan Lima Pelajar Dumai Tertular HIV/AIDS, Sedangkan di Pekanbaru Kasus Serupa Didominasi GAY
internet
Ilustrasi/Dugaan Lima Pelajar Dumai Tertular HIV/AIDS, Sedangkan di Pekanbaru Kasus Serupa Didominasi GAY 

"Biasanya mereka agak takut HIV menular lewat ganti tempat makan. Padahal kan enggak bisa menular lewat tempat makan. Di luar negeri ada koki hotel HIV positif, dia tetap dipekerjakan," ungkap Vivi.

HIV hanya terdapat di darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Umumnya menular melalui hubungan seksual dan penggunaan napza suntik.

Namun, ketika jumlah virus telah ditekan karena rutin konsumsi ARV, virus pun tak menular.

"Penularannya tidak mudah. Virus juga tidak bisa bertahan lama di luar tubuh," jelas Vivi.

Vivi mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat ini membuat stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih tinggi, khusunya di daerah.

Edukasi HIV/AIDS harus terus dilakukan hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia untuk menghapus stigma sekaligus menurunkan angka kejadian.

PENGIDAP HIV DI KOTA PEKANBARU BANYAK DARI GAY

Kasus HIV tidak hanya marak di kota Duma. Penah diberitakan pada 31 Juli 2019 (Klik ini untuk beritanya!), di Pekanbaru keberadaan kelompok Gay mengundang perhatian lantaran grup Gay Pekanbaru bertebaran di jejaring sosial, Facebook.

Pasalnya banyak pengidap HIV di Kota Bertuah berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat dari Januari 2018 hingga Desember 2018 silam, jumlah kasus LSL yang mengidap HIV mencapai 131 kasus.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved