Perkara Ditangani Kejari Dumai Sejak 2018, Narkotika Dominan Namun Kasus Karhutla Belum Direkap

Sejak 2018 lalu, sudah ribuan perkara yang ditangani Kejari Dumai. Namun tetap saja kasus narkoba yang mendominasi.

Perkara Ditangani Kejari Dumai Sejak 2018, Narkotika Dominan Namun Kasus Karhutla Belum Direkap
istimewa
Polres Dumai memusnahkan narkoba beberapa waktu lalu. Kasus narkoba mendominasi perkara yang ditangani Kejari Dumai sejak 2018. 

tribunpekanbaru.com - Dalam dua tahun belakangan, Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai sudah menerima ribuan perkara. Pada 2018 lalu, sedikitnya ada 813 perkara Pidana Umum diterima oleh Kejari Dumai.

Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Mat Perang Yusuf melalui Kasi Pidana Umum Yunius Zega mengatakan, dari jumlah perkara tersebut, 736 di antaranya adalah perkara yang diselesaikan sampai ke penuntutan.

"Sedangkan 77 perkara lainnya belum ada perkembangan," ungkapnya usai perayaan Hut Adhyaksa ke-59 di Dumai, Senin (22/7).

Dari jumlah tersebut, perkara narkotika menjadi kasus yang paling dominan di wilayah hukum Kejari Dumai, yaitu dengan angka 226 perkara.

"Pada urutan kedua adalah perkara Orang Harta dan Benda (Oharda) dengan jumlah 192 perkara, dan perkara yang melibatkan perempuan dan anak dengan jumlah 15 perkara," papar Yunius.

Selanjutnya, untuk tahun 2019 hingga 22 Juli, Seksi Pidana Umum Kejari Dumai sudah menerima sekitar 242 perkara, dengan 233 perkara di antaranya sudah sampai ke tingkat penuntutan.

"Di tahun 2019 ini, hingga saat ini juga masih sama, masih didominasi oleh perkara narkotika dengan 83 perkara, dan Oharda dengan 101 perkara. Untuk perkara melibatkan perempuan dan anak belum selesai kita rekap," jelas Yunius lagi.

Sayangnya, ketika ditanyakan mengenai jumlah perkara Karhutla dalam dua tahun terakhir yang ditangani, Kasi Pidum Kejari Dumai tersebut mengaku tidak mengetahuinya. "Kalau untuk Karhutla kita belum tahu karena memang belum direkap," ujarnya lagi. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved