Sapinah, Korban Kebakaran di Tembilahan Bingung karena Uang Kuliah Anak Ikut Terbakar

Uang kuliah sebesar Rp3.200.000 sudah harus dibayarkan paling lambar 25 Juli 2019. Sementara uang tersebut hangus bersama rumah yang terbakar.

Sapinah, Korban Kebakaran di Tembilahan Bingung karena Uang Kuliah Anak Ikut Terbakar
tribunpekanbaru/T. Muhammad Fadhli
Sapinah menunjukan rumahnya yang sudah rata akibat kebakaran di Jalan Kayu Jati, Tembilahan Hulu, Senin (22/7). 

tribunpekanbaru.com - Kebakaran yang melanda 10 rumah di sekitar Pasar Kayu Jati Tembilahan beberapa waktu lalu, menyisakan persoalan yang kian berat bagi Sapinah dan keluarga.

Tidak hanya kehilagan harta benda dan tempat tinggal, Sapinah juga harus kehilangan uang untuk masuk kuliah putrinya yang bernama Fitriyani.

Fitriyani merupakan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim (UIN Suska) Riau tahun 2019, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Sesuai jadwal, Fitriyani sudah harus membayarkan uang kuliah pada 22-25 Juli. Dia mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 5 dengan besaran Rp3.200.000.

Namun belum sempat membayarkan UKT tersebut, rumah milik Sapinah yang juga tempat menyimpan uang tersebut ludes terbakar pada Sabtu (20/7) sore lalu. Kini Sapinah bingung mencari uang pengganti untuk UKT anaknya tersebut.

“Aku sedih betul, duit anak aku nak bayar kuliah tu sedih betul aku. Kalau yang lain tidak, asal ingat ini dia (Fitriyani) nangis takut nggak ada jalannya,” ujar Sapinah dengan mata berkaca, sembari menunjuk rumahnya yang terbakar, Senin (22/7) siang.

Menurut Sapinah, nominal uang yang terbakar untuk biaya kuliah sang anak berjumlah Rp5.485.000 juta, dan tidak sepersen pun bisa diselamatkan. Beruntung ijazah dan surat–surat penting bisa diselamatkan oleh sang suami yang nekat menerobos sebelum api membesar.

“Saat kejadian, saya dari Perintis, tak tahu ada kebakaran. Anak aku (Fitriyani) di rumah sendiri, mendengar suada meledak tak berhenti, saat liat keluar nengok ada api, dia tak masuk lagi ke rumah, laptop, HP, habis semua, baju juga tak ada tertolong lagi, surat rumah juga habis,” ungkapnya.

Sapinah yang sehari–hari berjualan ikan asin di Pasar Kayu Jati Tembilahan ini mengatakan, semangat dan hasrat putrinya untuk kuliah cukup tinggi, sehingga membuat sang anak kerap menangis mengingat kejadian kebakaran ini.

Sapinah pun akan melakukan segala acara agar bisa mendapatkan uang sembari berharap pertolongan pihak-pihak yang peduli nasib anaknya.

“Anak itu benar-benar mau sekolah, nangis habis duitnya. Dia ingin betul lanjutkan kuliah, nanti kita carikan jugalah, minta bantuan kalau bisa, nangis dia betul-betul mau kuliah,” tutur Sapinah.

Sementara ini Sapinah dan keluarga tinggal di rumahnya di daerah Jalan Perintis, Tembilahan. Bagi masyarakat atau pihak yang ingin menyalurkan bantuan, bisa menghubungi di nomor 08226904965 atau 081266910707, atau langsung donasi ke nomor rekening 0755750454 an M Afrian Danu.

Kebakaran di kawasan Pasar Kayu Jati, Tembilahan Hulu, Inhil ini, terjadi Sabtu (20/7) lalu dan menghanguskan 10 rumah, dengan 2 rumah rusak berat dan 3 unit lainnya rusak ringan. Jumlah korban kebakaran tersebut 11 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 43 orang yang kini kehilangan tempat tinggal.

Sementara, 5 Kepala Keluarga lainnya dengan jumlah jiwa sebanyak 23 orang, mendapati rumahnya dalam kondisi rusak berat. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved