Sempat Kejar-kejaran 30 Menit di Laut, BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Hampir 30 Kg

Upaya penyelundupan puluhan kilogram sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi berhasil digagalkan Bea Cukai Dumai bersama tim gabungan.

Sempat Kejar-kejaran 30 Menit di Laut, BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Hampir 30 Kg
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi bersama Danlanal Letkol (P) Wahyu Dili, Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan dan undangan lainnya, memperlihatkan narkoba tangkapan di Kantor Bea Cukai Dumai, Selasa (23/7). 

tribunpekanbaru.com - Bea Cukai Dumai menggagalkan masuknya narkotika seberat 27,6 kilogram methampetamine atau sabu-sabu, dan sekitar 20 ribu butir pil ekstasi, Selasa (23/7).

Dua pelaku berinisial SL alias Eman (29) dan MR alias Lili (21) berstatus sebagai warga Kecamatan Rupat yang bertindak sebagai kurir penjemput, berhasil dibekuk petugas BC Dumai bekerjasama Lanal Dumai serta Satpolair Dumai.

Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi mengatakan, sempat terjadi kejar-kejaran antara timnya dengan speedboat pelaku.

"Setelah kejar-kejaran selama 30 menit, akhirnya kapal pelaku bisa kita tundukkan dan para pelaku menyerah tanpa perlawanan," ungkapnya Selasa sore kemarin.

Dikatakan, informasi awal terkait masuknya narkotika tersebut berawal dari masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengawasan di seputar rute yang berlokasi antara perairan Teluk Jering dan Selat Morong.

Petugas juga sempat melepas tembakan peringatan untuk menundukkan kapal yang diakui pelaku sebagai kapal sewaan. "Pelaku berhasil kita tundukkan di perairan Tanjung Jering, Rupat, dan pelaku berhasil kita bekuk," terangnya.

Selanjutnya petugas memeriksa kapal tersebut. Dan hasilnya, petugas menemukan satu buah tas dengan muatan sejumlah paket bungkusan penuh lakban. Saat dibongkar, isinya terlihat seperti narkoba yang diduga sabu-sabu. Kapal beserta muatan dan para pelaku kemudian diamankan petugas patroli gabungan tersebut.

"Setelah kita lakukan pengujian laboratorium, ternyata memang positif methampitamine dan ekstasi," jelas Fuad.

Disebutkan, narkoba tersebut berpotensi merusak sekitar 158.250 orang jika dikonsumsi secara bersamaan. "Tangkapan ini belum tahu nilainya berapa, karena belum dihitung perkiraannya saat ini," tuturnya lagi. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved