Pekanbaru

VIDEO: Sudah Empat Hari, Tim Gabungan Masih Gelar Pemadaman Kebakaran Lahan di Kel Air Hitam

Sejak hari Kamis (18/7/2019) lalu hingga kini kebakaran disana sudah menghanguskan 15 hektare lahan di Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim gabungan dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta aparat TNI telah empat hari terakhir ini bahu membahu memadamkan kebakaran lahan di kawasan Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Minggu (21/7/2019).

Disampaikan Seksi Perlengkapan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Sahrimanto, api dikawasan itu diduga sengaja dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sejak hari Kamis (18/7/2019) lalu hingga kini kebakaran disana sudah menghanguskan 15 hektare lahan.

"Kesulitannya untuk sementara ini akses jalan, kita harus melansir dengan sepeda motor dan jalan kaki, yang kedua adalah sumber air, karena air sudah banyak ditutupi oleh rumput yang ada di parit-parit sehingga aliran air dari pompa tidak lancar ditambah lagi degan jauhnya titik api, sekitar 200 meter dari titik air," ujar Sahrimanto.

Dari pengamatan Tribunpekanbaru.com, akses untuk sampai ke lokasi kebakaran lahan memang cukup sulit, untuk mencapai titik api, dari jalan tanah, tim Manggala Agni masuk melewati jalan setapak menembus semak-semak sekitar 2 km menggunakan mobil, namun semakin lama jalan semakin kecil dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Berlanjut dengan sepeda motor sekitar 2-3 km, menyusuri jalan yang hanya cocok dilewati dengan sepeda motor trail.

Baca: FOTO: Manggala Agni Padamkan Kebakaran Lahan di Kelurahan Air Hitam Pekanbaru

Baca: Kebakaran Lahan di Riau Terus Meluas, Hari Ini Satgas Udara Lakukan Bom Air di Siak dan Inhil

Baca: VIDEO: BNPB Kerahkan 1.500 Personil Atasi Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau

Untuk sampai ke titik api, tim hanya bisa mencapainya dengan berjalan kaki, karena untuk sampai ke lokasi harus melewati kanal yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Dari kanal itu, pompa difungsikan untuk menyalurkan air dari selang sejauh 200 meter lebih.

Saat pemadaman pun tim langsung disambut dengan asap pekat yang keluar dari dalam tanah gambut, saat disiram asap malah justru semakin pekat, namun penyiraman dengan cara menyuntikkan langsung air ke dalam gambut sangat perlu dilakukan agar sumber api yang ada didalam gambut benar-benar padam.

"Hingga saat ini kami masih berupaya melakukan pemadaman dan masih akan berlanjut sampai tidak ada lagi api yang tersisa," kata Sahrimanto. (Tribun Pekanbaru.com/Theo Rizky)

Penulis: Theo Rizky
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved