Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jangan Ada Lagi Hewan Berpenyakit, DPRD Riau Minta Dinas Peternakan Periksa Hewan Kurban

DPRD Riau minta Dinas Peternakan Riau berkoordinasi dengan kabupaten-kota, untuk memeriksa hewan kurban yang mayoritas didatangkan dari luar Riau.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: rinaldi
tribun batam
DPRD Riau minta Dinas Peternakan benar-benar memeriksa kesehatan hewan kurban yang banyak didatangkan dari provinsi lain. Jangan sampai hewan kurban di Riau berpenyakit. 

tribunpekanbaru.com - DPRD Riau minta kepada Dinas Peternakan Provinsi Riau serta kabupaten-kota di Riau, untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban. Seperti diketahui, hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah akan jatuh pada 11 Agustus mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Riau, Sugianto, Rabu (24/7) mengungkapkan, pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban sangat penting dilakukan, sebab sebagian besar hewan kurban di Riau dipasok dari luar Provinsi Riau. Sehingga harus dipastikan kesehatannya sebelum hewan kurban tersebut dipotong untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang berhak.

"Kita tidak ingin mendengar lagi masyarakat melaporkan daging kurban yang dipotong ternyata hewan yang berpenyakitan," katanya.

Sugianto menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Riau untuk menindaklanjuti antisipasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dinas Peternakan Provinsi Riau untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan di kabupaten-kota, untuk sama-sama melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban di daerah masing-masing.

"Dinas Peternakan Provinsi Riau harus mengkoordinasikan dengan Dinas Peternakan di kabupaten-kota, untuk memastikan hewan kurban yang akan dipotong di hari raya Idul Adha nanti benar-benar sehat dan bebas penyakit," katanya.

Dia juga meminta Dinas Peternakan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, untuk memastikan kondisi hewan tersebut layak menjadi hewan kurban.

"Dinas Peternakan harus turun ke lapangan. Jangan sampai setelah selesai kurban ada penyakit yang dibawa hewan kurban dari daerah lain, menular ke hewan ternak yang ada di Riau," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Peternakan Provinsi Riau memprediksi terjadi kenaikan jumlah hewan kurban yang akan dipotong pada Idul Adha 2019 ini. Kenaikan diprediksi sekitar 2 hingga 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu, hewan kurban sapi berjumlah 21.345 ekor. Tahun ini diprediksi mengalami kenaikan sekitar 2 sampai 5 persen, atau sekitar 22.422 ekor sapi.

Sedangkan untuk hewan kurban kambing, menurut Plt Kepala Dinas Peternakan Riau, Elly Suryani, beberapa waktu lalu, tahun ini diprediksi berjumlah 7.200 ekor, dan untuk kerbau sekitar 3.664 ekor.

Elly mengungkapkan, pasokan hewan kurban di Riau selain didatangkan dari kabupaten-kota di Riau seperti Kuansing dan Kampar, juga didatangkan dari luar provinsi seperti dari Sumbar, Jambi, Bengkulu, dan Lampung. "90 persen didatangkan dari luar daerah," kata Elly.

Dia lalu mengimbau Dinas Peternakan kabupaten-kota untuk melakukan pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke Riau. Pemeriksaan dapat dilakukan di lokasi penampungan dan di lokasi penjualan hewan kurban.

"Untuk pengawasan, nanti dinas kabupaten-kota akan menurunkan tim kesehatan hewan. Kita dari provinsi mem-back up saja sifatnya," tuturnya.

Tim kesehatan hewan dari dinas kabupetan-kota dijadwalkan turun ke lapangan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban pada dua pekan sebelum hari raya Idul Adha. (smg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved