TNI AL Kejar Pelaku Penyelundup Narkoba di Laut, Mesin Kanan Sea Rider TNI AL Sempat Mati

Tim patroli Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai, sempat melepas tembakan peringatan sebelum akhirnya sabu 1 Kg berhasil diamankan.

TNI AL Kejar Pelaku Penyelundup Narkoba di Laut, Mesin Kanan Sea Rider TNI AL Sempat Mati
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Danlanal Dumai Kolonel (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto didampingi Kepala KPPBC Dumai Fuad Fauzi, Dandim 0320/Dumai Letkol (Inf) Horas Sitinjak, Wakapolres Dumai Kompol Alex Sandy, dan perwakilan Forkopimda Dumai, menunjukkan hasil tangkapan berupa sabu seberat 1 kg dan 10 ribu pil ekstasi. 

TNI AL Kejar Pelaku Penyelundup Narkoba di Laut, Mesin Kanan Sea Rider TNI AL Sempat Mati

Tribunpekanbaru.com - Tim patroli Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Dumai mendapat tangkapan besar. Narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 Kg dan 10 ribu pil ekstasi, berhasil diamankan dari dua orang kurir di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (23/7) lalu.

Barang haram tersebut diduga datang dari Malaysia dan diangkut oleh dua orang kurir. Penangkapan itu berawal dari informasi yang dihimpun oleh Pos AL Bengkalis, Lanal Dumai, dari masyarakat pada Minggu (21/7) silam.

Danlanal Dumai, Kolonel (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto pada saat rilis media, Rabu (24/7) menjelaskan, penyelundupan yang sudah tercium sebelumnya itu, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengawasan di lapangan. "Tim setelah melaksanakan briefing dan pembagian tugas darat dan laut, langsung melaksanakan penyekatan menggunakan Sea Rider II," terangnya.

Sekitar pukul 23.15 WIB pada Senin (22/7), tim laut dengan menggunakan Sea Rider II mendeteksi pergerakan sebuah speed boat yang melaju dari arah perairan Malaysia menuju perairan Bantan, Bengkalis.

"Tim sempat melakukan kejar-kejaran selama hampir setengah jam, hingga mengakibatkan kapal Sea Rider II milik tim F1QR Lanal Dumai mengalami trouble engine, mesin kanan mati. Hal ini berdampak pada hilangnya jejak kapal yang dikejar," sampainya.

Sekira lima menit kemudian, pada pukul 23.20 WIB, tim laut langsung berkoordinasi dengan tim darat dan langsung melaksanakan penyekatan terhadap speed boat yang masuk menuju Sungai Jangkang, Desa Selat Baru.

Sekira pukul 23.40 WIB, Tim Darat melihat ada satu unit speed boat yang baru menurunkan dua orang dan langsung melaju menuju Kuala Jangkang. Sementara kedua orang yang diduga sebagai kurir narkoba itu, langsung lari menuju semak-semak dan rawa sambil membawa bungkusan yang diduga paket narkotika.

"Pada saat itu tim yang mengejar sempat melepaskan tembakan peringatan terhadap pelaku, namun dihiraukan," lanjut Danlanal.

Pada Selasa (23/7) dinihari, Tim F1QR yang belum putus asa meneruskan penyisiran di sekitar areal perkebunan, tak jauh dari lokasi turunnya kedua pelaku tersebut. "Baru sekitar pukul 01.30 WIB, tim berhasil mengamankan kedua pelaku yang kemudian diketahui berinisial BI (31) dan SY (29), keduanya berstatus sebagai warga Selat Baru berikut barang bukti," terang Wahyu lagi.

Kedua pelaku tersebut kemudian dibawa ke Pos AL Bengkalis, Lanal Dumai, untuk diproses dan diinterogasi. Dari informasi para pelaku, diperkirakan jumlah kurir berjumlah lima orang, dan tiga lainnya berhasil melarikan diri saat dilakukan pengejaran darat.

"Perkara tersebut karena terjadi di wilayah hukum Bengkalis, maka kita limpahkan ke Polres Bengkalis untuk proses hukum selanjutnya," kata Wahyu menambahkan. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved