Punya Saham 12 Persen, Namun Sejak 2013 BUMD Tuah Sekata Pelalawan Tak Pernah Terima Keuntungan

BUMD Tuah Sekata Pelalawan punya saham 12 persen di PLTMG Langgam Power yang tutup 2018 lalu. Namun BUMD itu tak pernah menerima pembagian keuntungan.

Punya Saham 12 Persen, Namun Sejak 2013 BUMD Tuah Sekata Pelalawan Tak Pernah Terima Keuntungan
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kantor BUMD Tuah Sekata yang terletak di Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci. 

PANGKALAN KERINCI, Tribun - Satu lagi teka-teki di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terkuak, setelah peristiwa pengembalian dana penyertaan modal Rp6,1 miliar yang sempat didepositokan.

Teka-teki adalah, ternyata BUMD Tuah Sekata tidak pernah mendapatkan keuntungan dari PT Langgam Power dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), yang pernah beroperasi di Jalan Koridor Langgam, Kecamatan Langgam.

Sejak PLTMG Langgam Power diresmikan dan beroperasi pada 2013 silam hingga berhenti pada medio 2018, tidak ada sepeser pun BUMD tersebut menerima bagi hasil.

"Setahu saya memang tidak ada sama sekali bagi keuntungan atau hasil dari Langgam Power ke BUMD sampai sekarang," terang Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) BUMD Tuah Sekata, Saparuddin, kepada Tribun, Rabu (24/7).

Padahal perusahaan milik daerah itu memiliki saham kosong 12 persen di PT Langgam Power atas pengelolaan pembangkit listrik, yang arusnya dijual ke PT PLN. Namun tidak ada rupiah yang mengalir dari perusahaan penghasil setrum itu ke perusahaan daerah tersebut.

Menurut Saparuddin, dalam perjanjian kerjasama antara PT Langgam Power dan BUMD Tuah Sekata atas saham kosong 12 persen, menggunakan sistem golden share. Bagi hasil akan diberikan jika Langgam Power memperoleh keuntungan atas bisnis arus listrik yang digeluti.

Artinya, selama lima tahun beroperasi, Langgam Power tidak pernah meraup keuntungan sehingga BUMD Tuah Sekata tidak kecipratan bagi hasil sama sekali.

"Informasinya (Langgam Power) mengalami kerugian hingga tidak mendapatkan keuntungan. Kerugiannya pada pembelian gas menggunakan kurs dollar yang naik turun," terang Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan ini.

Saat ini, PT Langgam Power tidak beroperasi sejak PLTMG yang dikelola di Jalan Koridor Langgam kilometer 22 Kecamatan Langgam, stop bekerja. Hal itu disebabkan pemutusan kontrak pembelian arus dari PT PLN pada April 2018 lalu.

Kini areal PLTMG tinggal menyisakan puing dan bekas pondasi saja. Pasalnya seluruh mesin turbin dan bangunan kantor sudah dibawa pihak investor. (joe)

Penulis: johanes
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved