Pelalawan

Ternyata BUMD Tuah Sekata Tak Pernah Terima Keuntungan Selama PLTMG Langgam Power Beroperasi

Satu lagi teka-teki di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan kembali terkuak.

Ternyata BUMD Tuah Sekata Tak Pernah Terima Keuntungan Selama PLTMG Langgam Power Beroperasi
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kantor BUMD Tuah Sekata yang terletak di Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci. 

Ternyata BUMD Tuah Sekata Tak Pernah Terima Keuntungan Selama PLTMG Langgam Power Beroperasi

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Satu lagi teka-teki di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan kembali terkuak.

Setelah pengembalian dana penyertaan modal Rp 6.1 Miliar yang sempat didepositokan.

Ternyata BUMD Tuah Sekata tidak pernah mendapatkan keuntungan dari PT Langgam Power dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang pernah beroperasi di Jalan Koridor Langgam Kecamatan Langgam.

Baca: 3 Peluru Polisi Hujam Punggung Sampai Tembus, 1 Kena Lengan Kanan, Pelarian Satriandi Pun Berakhir

Sejak PLTMG Langgam Power diresmikan dan beroperasi pada tahun 2013 lalu hingga berhenti pada medio 2018 tidak ada sepeserpun BUMD menerima bagi hasil.

"Setahu saya memang tidak ada sama sekali bagi keuntungan atau hasil dari Langgam Power ke BUMD sampai sekarang," terang Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utamat (Dirut) BUMD Tuah Sekata, Saparuddin, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (24/7/2019).

Padahal perusahaan milik daerah itu memiliki saham kosong sebanyak 12 persen di PT Langgam Power atas pengelolaan pembangkit listrik yang arusnya dijual ke PT PLN.

Areal Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) milik PT Langgam Power di Jalan Koridor RAPP kilometer 22. Pembangkit listrik ini berhenti beroperasi setelah PLN mengakhiri kontrak pembelian daya sejak 1 April lalu.
Areal Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) milik PT Langgam Power di Jalan Koridor RAPP kilometer 22. Pembangkit listrik ini berhenti beroperasi setelah PLN mengakhiri kontrak pembelian daya sejak 1 April lalu. (Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung)

Namun tidak ada rupiah yang mengalir dari perusahaan penghasil arus itu ke perusahaan plat merah tersebut.

Baca: BUMD Tuah Sekata Pelalawan Kembalikan Penyertaan Modal Rp 6,1 M

Menurut Saparuddin, dalam perjanjian kerjasama antara PT Langgam Power dan BUMD Tuah Sekata atas saham kosong 12 persen itu menggunakan sistem Golden Share.

Dimana bagi hasil akan diberikan jika Langgam Power memperoleh keuntungan atas bisnis arus listrik yang digeluti.

Artinya selama lima tahun beroperasi Langgam Power tidak pernah meraup keuntungan sehingga BUMD tidak kecipratan atas bagi hasilnya.

"Informasinya (Langgam Power) mengalami kerugian hingga tidak mendapatkankeuntungan. Kerugiannya pada pembelian gas menggunakan kurs dollar yang naik turun," tandas Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan ini.

Saat ini PT Langgam Power tidak beroperasi sejak PLTMG yang dikelola di Jalan Koridor Langgam Kilometer 22 Kecamatan Langgam stop bekerja. Disebabkan pemutusan kontrak pembelian arus dari PT PLN pada April 2018 lalu.

Kini areal PLTMG tinggal menyisakan puing-puing dan bekas pondasi saja. Pasalnya seluruh mesin turbin dan bangunan kantor sudah dibawa oleh pihak investor. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved