Belum Ada Sepeser pun Bantuan Dana CSR untuk Persiapan Riau ke Pra PON dan Porwil

KONI Riau menyebut, kecil kemungkinan persiapan Riau menghadapi Porwil dan Pra PON dibantu perusahaan lewat dana CSR.

Belum Ada Sepeser pun Bantuan Dana CSR untuk Persiapan Riau ke Pra PON dan Porwil
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - Harapan KONI Riau untuk mendapatkan bantuan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, nampaknya semakin sulit terwujud. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk persiapan tim Riau yang akan tampil di Porwil dan Kejurnas Pra PON tahun 2019 ini.

Sulit terwujud, karena buktinya, hingga akhir Juli ini belum ada tanda-tanda akan disalurkannya dana CSR tersebut ke KONI Riau.

"Memang benar, bantuan CSR belum kita dapatkan sepeser pun. Kita masih mengandalkan dana hibah dari APBD," kata Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Kamis (25/7) kepada Tribun.

Dengan gambaran tersebut, maka tambahan anggaran untuk persiapan tim Riau yang akan tampil di Porwil dan Kejurnas Pra PON, akan sangat kecil peluangnya didapat dari sumber-sumber lain selain APBD. Praktis hanya anggaran APBD Riau 2019 sebesar Rp20 miliar yang menjadi andalan KONI Riau untuk mempersiapkan tim.

Sayangnya, dari angka Rp20 miliar itu, tidak semuanya bisa digunakan untuk pembinaan atlet. Dari pemaparan KONI Riau belum lama ini, hanya Rp11 miliar dari dana itu yang dipakai untuk pembinaan atlet. Selebihnya digunakan untuk operasional sekretariat dan lainnya.

Lalu, apa langkah KONI Riau selanjutnya untuk menutupi kekurangan anggaran? "Pastinya kita (KONI) akan jemput bola. Seperti menemui langsung jajaran direksi PTPN V, PT IKPP, PT RAPP serta perusahaan-perusahaan lainnya. Ini akan kita lakukan dalam pekan ini atau pekan depan," kata Emrizal.

Sedangkan menyangkut nasib beberapa cabor yang pada Agustus nanti sudah mengikuti Pra PON seperti basket dan cabor PABBSI, dijelaskan Emrizal, pihaknya sudah memanggil cabor-cabor yang mengikuti Pra PON dalam waktu dekat ini.

"Anggaran untuk keberangkatan tim ke Pra PON sudah kita siapkan. Ini yang sedang dibicarakan tentang kuota atletnya. Kita sesuaikan dengan kondisi keuangan dan potensi atlet itu sendiri dalam meraih medali," katanya.

Meski demikian, lanjut Emrizal, pihaknya tetap mengharapkan agar perusahaan yang ada di Riau mau membantu persiapan tim Riau melalui dana CSR. Sebab ini untuk kepentingan olahraga di Riau agar lebih berkembang. Apalagi yang akan diikuti adalah Pra PON, yang merupakan ajang penentu untuk tampil di PON tahun 2020 nanti di Papua. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved