Dua Kurir Sabu dari Luar Negeri Mengaku Masing-masing Dapat Rp10 Juta Sekali Antar

Dua kurir sabu ini ditangkap tim patroli F1QR Lanal Dumai beberapa hari lalu setelah dikejar selama sekitar setengah jam di laut.

Dua Kurir Sabu dari Luar Negeri Mengaku Masing-masing Dapat Rp10 Juta Sekali Antar
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Lanal Dumai saat menunjukkan narkoba hasil tangkapan dari dua orang kurir, Rabu (24/7) lalu. Kedua kurir pembawa narkoba jenis sabu dan ekstasi mengaku masing-masing dapat upah Rp10 juta untuk sekali antar. 

tribunpekanbaru.com - Dua terduga pelaku penyeludupan narkotika jenis sabu dan ekstasi yang diamankan Tim Patroli F1QR Lanal Dumai, mengaku sudah tujuh kali melakukan aksinya menyelundupkan barang ilegal tersebut dari luar negeri.

Seperti diketahui, dua terduga kurir narkoba diamankan tim Lanal Dumai beberapa hari lalu, dengan barang bukti satu kilogram diduga sabu dan ribuan pil ekstasi. Penangkapan keduanya sempat diwarnai pengejaran di laut selama lebih kurang setengah jam.

Danlanal Dumai Kolonel (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto menyebutkan, masing-masing pelaku tersebut mengaku menerima upah senilai Rp10 juta untuk sekali pengantaran.

"Masing-masing pelaku berinisial BI (31) dan SY (29) berstatus sebagai warga Bengkalis. Mereka tidak bekerja alias pengangguran," ungkap Wahyu kemarin.

Dikatakan, masing-masing pelaku mencari nafkah dengan menjadi kurir narkoba lintas negara, dan menjadikan Bengkalis sebagai daerah transit. Maklum, pengetahuan masing-masing pelaku terhadap daerah Bengkalis cukup baik jika melihat statusnya sebagai warga tempatan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Dumai, Fuad Fauzi menegaskan, dengan adanya beberapa tangkapan berjumlah besar yang dilakukan oleh institusi penegak hukum di Dumai dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan betapa komitmen pemberantasan terhadap narkotika di Dumai dilakukan dengan serius.

"Ini merupakan bukti bahwa penegak hukum di Dumai serius dalam memberantas peredaran narkotika di Dumai," urainya.

Sebelumnya, KPPBC Dumai juga merilis tangkapan narkotika dalam jumlah besar dari perairan Bengkalis, tepatnya di Pulau Rupat. Fuad menjelaskan, tangkapan yang dilakukan oleh KPPBC Dumai dengan tangkapan Lanal Dumai merupakan dua jaringan berbeda.

"Sepertinya bukan dari jaringan yang sama. Namun demikian kita tetap antisipasi kemungkinan lain terkait aksi-aksi penyelundupan tersebut," ujarnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved