Gambut Tebal Sulitkan Pemadaman Karhutla di Kabupaten Inhil Riau

Beberapa tempat di Inhil, Riau, kini dilanda kebakaran hutan dan lahan. Tim gabungan pun berjibaku memadamkan api.

Gambut Tebal Sulitkan Pemadaman Karhutla di Kabupaten Inhil Riau
tribun pekanbaru
TRC BPBD Inhil menurunkan peralatan dari motor untuk dibawa ke lokasi Karhutla di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Jumat (26/7). Petugas gabungan dan masyarakat berjibaku memadamkan api di beberapa tempat di Inhil yang dilanda karhutla. 

tribunpekanbaru.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berupaya memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa kecamatan di Inhil, Jumat (26/7).

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil beserta Polri, TNI, unsur desa dan masyarakat, berjibaku memadamkan Karhutla di antaranya di Kecamatan Gaung dan Kelurahan Kempas, Kecamatan Kempas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, Yuspik, menuturkan, 10 orang personel TRC diturunkan beserta peralatan antara lain 45 gulung selang, kendaraan roda 2 dan 4, lima mesin di antaranya 3 mesin apung untuk di Kecamatan Kempas. “Lahan yang tebakar itu sebagian kebun masyarakat,” terangnya.

Untuk di Kecamatan Gaung, BPBD menurunkan satu speed boat, 4 kendaraan roda 2, 5 mesin terdiri dari 3 mesin apung, dan selang lebih kurang 40 gulung. "Untuk di Gaung ini diturunkan 20 orang selama 5 hari, pergantian tim satu regu 10 orang," tutur Yuspik lagi.

Karhutla juga terjadi di Kecamatan Enok dengan luas lahan sekitar satu hektare berupa lahan gambut yang sudah ditanami kelapa. Di tempat ini, petugas gabungan TNI, BPBD, mahasiswa KKN UNISI dan masyarakat, berjibaku memadamkan api menggunakan satu unit mesin pompa air.

Danramil 02/Tanah Merah, Kapten (Inf) Rohandi Handoko menuturkan, lahan yang terbakar memiliki tingkat kesulitan lumayan tinggi karena bertekstur gambut. “Kedalaman gambut sekitar dua meter. Ditambah lagi cuaca sangat panas dan angin kencang, sehingga api cepat membesar,” ujarnya Jumat (26/7).

Meski begitu, tim gabungan berupaya agar kabut asap tidak sampai ke pemukiman masyarakat. “Alhamdulillah api sudah padam. Saat ini sedang pendinginan titik yang masih ada asap di tunggul-tunggul pohon,” terangnya.

Sebelumnya, pada Kamis (25/7) lalu karhutla juga terjadi di Kecamatan Tempuling. Cuaca panas dan angin kencang membuat titik api bermunculan. Ada sekitar 3 hektare lahan terbakar di kawasan ini.

Menurut Danramil 03/Tempuling, Kapten (Arh) Sugiyono, lahan yang terbakar adalah lahan gambut berisi tanaman sawit serta semak belukar. “Gambut tebal kedalaman 3 meter dan tanah kering sehingga sulit dipadamkan,” ujarnya.

Sugiyono menambahkan, kondisi terakhir api sudah padam dan hanya meninggalkan asap, setelah tim dari Koramil 03/Tempuling dan Polsek Kempas beserta masyarakat berjibaku melakukan pemadaman. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved