Gara-gara Setel Musik Terlalu Keras, Dua Pria Bertetangga Terlibat Duel Maut di Deli Serdang
Dua pria bertetangga terlibat duel maut di Deli Serdang, akibat salah satunya memutar musik dengan keras. Maut pun menjemput salah satunya.
Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Dipicu suara musik yang terlalu keras, Rudi Canli (40) gelap mata dan membunuh tetangganya bernama Poken (40). Keduanya merupakan warga Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Sebelum terjadi aksi pembunuhan, mereka lebih dulu terlibat adu mulut dan bangku hantam, yang mengakibatkan salah satu di antaranya meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/7) malam lalu sekitar Pukul 19.00 WIB. Rudi awalnya meminta Poken untuk mengecilkan suara musik yang sedang didengarnya. Namun permintaan itu ditolak Poken. Mereka kemudian terlibat adu mulut.
Korban terlihat membawa tombak dan pelaku membawa batu. Mereka dikabarkan sempat bergumul dan kejar-kejaran sampai sekitar 10-15 meter dari rumah mereka.
Tepatnya di sebuah tanah kosong, mereka kembali bergumul dan saat itu korban roboh bersimbah darah. Menurut informasi, korban tertusuk oleh tombak yang dibawanya sendiri.
Meliat tetangganya itu mengeluarkan banyak darah, Rudi kemudian melarikan diri. Apalagi saat itu Poken sudah tersungkur. Ia pun meninggalkan korban menuju rumah orangtuanya di Jalan Jalak 15, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Polisi yang menerima laporan tersebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Sedangkan, korban yang sudah tewas dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan outopsi.
Selang dua jam kejadian, Rudi berhasil diringkus aparat kepolisian dari Polsek Percut Seituan di rumah orangtuanya.
"Kita menangkapnya malam sekitar pukul 21.00 WIB di rumah orangtuanya," ujar Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay kepada wartawan di Medan, Minggu (28/7).
Usai diamankan, Daulay mengungkapkan kalau penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku untuk mengetahui persis penyebab pembunuhan tersebut.
"Selain pelaku, kita juga mengamankan satu tombak dan batu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban," jelas Daulay.
Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk istri pelaku. Sedangkan, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
"Korban mengalami luka di bagian alis kiri akibat pukulan batu dan luka tusuk di bawah ketiak kanan," tutur Daulay. (rin/vva)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pembunuhan-ilustrasi.jpg)