Jangan Sembarangan Unggah Data Pribadi di Media Sosial (Medsos), Ini Penjelasan Kemendagri

Pemerintah meminta masyarakat tak mudah atu dengan gampang meng-upload atau mengunggah data pribadi ke Media Sosial (Medsos).

Jangan Sembarangan Unggah Data Pribadi di Media Sosial (Medsos), Ini Penjelasan Kemendagri
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pengguna media sosial mengakses akunnya. 

Jangan Sembarangan Unggah Data Pribadi di Media Sosial (Medsos), Ini Penjelasan Kemendagri

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pemerintah meminta masyarakat tak mudah atu dengan gampang meng-upload atau mengunggah data pribadi ke Media Sosial (Medsos).

Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) mengimbau hal itu terkait data kependudukan, misalnya e-KTP, Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA), ke media sosial.

Sebab, data tersebut bakal muncul di mesin pencari Google dan berpotensi disalahgunakan bahkan diperjualbelikan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Banyaknya gambar KTP-el dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh seperti dilansir laman Kemendagri, Sabtu (27/7/2019).

Zudan mengatakan, selama ini, banyak sekali data dan gambar e-KTP serta KK berseliweran di media sosial dan laman pencarian Google.

Ia mencontohkan, jika mengetik 'KTP elektronik' di Google, dalam sekedipan mata, muncul 8.750.000 data dan gambar KTP elektronik yang tidak diblur sehingga datanya terbaca jelas.

"Begitu juga ketika ketik clue 'Kartu Keluarga' di Google, maka dalam waktu 0,56 detik muncul tak kurang 38 juta 700 ribu hasil data dan gambar KK," ujar Zudan.

Baca: Bagaimana Cara Menonaktifkan Wajib Bayar BPJS Kesehatan Jika Peserta Meninggal Dunia?

Baca: Tak Dipungut Biaya, Rekrutmen Bintara PK TNI Angkatan Darat Tahun 2019, Catat Syarat-syaratnya

Baca: Tegur Tetangga Untuk Kecilkan Volume Musik, Rudi Langsung Ditusuk Tombak Hingga Tewas

Menurut Zudan, selama ini masyarakat dengan entengnya menyerahkan salinan e-KTP atau KK untuk suatu keperluan, misalnya mengurus SIM dan lainnya melalui biro jasa.

Masyarakat juga menyebarluaskan data e-KTP dan nomor ponsel saat masuk hotel, perkantoran, dan lainnya.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved