Pelalawan

Kasus Tindak Pidana Pemilu, Bawaslu Pelalawan Riau Berhentikan Ketua Panwascam Pangkalan Kuras

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) telah memvonis bersalah terdakwa dan mengganjar hukuman penjasa selama dua bulan.

Kasus Tindak Pidana Pemilu, Bawaslu Pelalawan Riau Berhentikan Ketua Panwascam Pangkalan Kuras
tribunpelalawan/Johanes
Sidang putusan perkara pidana pemilu dengan terdakwa Ketua PPK Pangkalan Kuras nonaktif Sugeng Dwipurwanto 

Kasus Tindak Pidana Pemilu, Bawaslu Pelalawan Riau Berhentikan Ketua Panwascam Pangkalan Kuras

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus tindak pidana Pemilihan Umum (pemilu) 2019 yang melibatkan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Kuras, Sugeng Dwipurwanto, telah tuntas dipersidangan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) telah memvonis bersalah terdakwa dan mengganjar hukuman penjasa selama dua bulan.

Perkara itu telah ingkrah di pengadilan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan telah mengeksekusi terpidana Sugeng ke Rumah Tahanan Negera (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Baca: Buka 1.879 Lowongan Kerja, Pekanbaru Job Expo 2019 Diikuti 60 Perusahaan

Baca: Dicabuli di Lapangan Bola, Remaja Putri di Meranti Riau Ini Pulang Sampai Pucat dan Menggigil

Namun kasus itu memiliki imbas lain ditubuh Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Pelalawan.

Pascaperkara Sugeng diputus hakim, Bawaslu langsung memproses sanksi terhadap Ketua Panwascam Pangkalan Kuras, Empi Januardi.

"Karena namanya disebut-sebut dalam persidangan dan diduga terlibat. Ikut bertemu dengan caleg maupun PPK," tutur Koordinatur Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Pelalawan, Nanang Wardoyo SH MH, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (28/7/2019).

Nanang menjelaskan, Bawaslu menjatuhkan sanksi etik kepada Ketua Panwascam Empi setelah menerima salinan putusan dan pengadilan.

Bawaslu memiliki dua alat bukti untuk memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku. Alhasil Empi diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya.

Namun lantaran masa jabatan Panwascam sudah berakhir, secara otomatis Empi sudah terlepas dari instansi pengawasan pemilu.

Baca: Tabrakan Mobil di Lintas Timur Inhu Riau, Tiga Korban Luka-luka

Baca: Sedang Tidur di Rumah, Pengedar Sabu di Bathin Solapan Bengkalis Riau Dicokok Polisi

Selain itu, Empi tak lagi bisa mencalonkan diri sebagai penyelenggara pemilu, baik di Bawaslu maupaun di KPU, untuk selama-salama.

Sebab namanya telah diblacklist dikarena kasus pemilu yang sempat menyedot perhatian masyarakat Pelalawan itu.

"Kedepan dia tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai penyelenggara atau pengawas pemilu sampai kapanpun. Karena namanya sudah cacat atas sanksi etik yang kita berikan," tandas Nanang. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung‎

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved