Punya Ekosistem Ratusan Ribu Hektare, Mangrove Riau Berpotensi Jadi Pusat Riset Sumatra

CPI dan YKAN memperingati Hari Mangrove di Bandar Bakau, Dumai, dengan menanam bakau dan membersihkan lingkungan sekitar serta diskusi.

Punya Ekosistem Ratusan Ribu Hektare, Mangrove Riau Berpotensi Jadi Pusat Riset Sumatra
tribun pekanbaru
Sekda Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, bersama undangan lainnya foto bersama saat menanam bakau di Bandar Bakau, Kota Dumai. 

tribunpekanbaru.com - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang merupakan afiliasi dari The Nature Conservancy (TNC), meluncurkan Program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Riau.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (27/7) lalu di Bandar Bakau, Pangkalan Sesai, Kota Dumai. Acara itu dihadiri Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPEE LLHK), Tandya Tjahjana, Sekda Riau Ahmad Hijazi, Wako Dumai Zul AS, dan Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri, serta Perwakilan Pemkab Bengkalis.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh undangan bersama masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sampah dan diskusi interaktif, guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian hutan bakau.

Manager Corporate Communication PT CPI, Sonitha Poernomo mengatakan, kegiatan tersebut terkait dengan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 16 Juli.

"Dengan ekosistem hutan mangrove seluas 143 ribu hektare yang membentang di Dumai, Bengkalis, Rohil, Meranti, Pelalawan, Siak dan Inhil, Riau berpotensi menjadi pusat riset mangrove di Sumatra. Dan ini tahap awal progran pengembangan pengelolaan pesisir terpadu di Riau," ujarnya.

Hal ini dibenarkan Senior Vice President Corporate Affairs PT CPI, Wahyu Budiarto, yang mengatakan pihaknya tengah fokus pada restorasi kawasan pesisir. "Kami saat ini fokus pada studi desain rencana restorasi kawasan pesisir di Pangkalan Sesai dan Teluk Pambang," ungkapnya.

Pihaknya berharap, hasil studi tersebut dapat selesai dalam waktu dekat. "Kita berharap studi tersebut dapat selesai akhir tahun ini, dan implementasi program dapat dilaksanakan mulai tahun 2020," sebut dia. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved