Terungkap! TNI Sebut Sumber Senjata & Dugaan Penyamaran KKB Papua: Jadi Pejabat hingga Anggota DPRD

TNI mengungkap adanya dugaan penyamaran anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di tengah masyarakat Nduga.

Terungkap! TNI Sebut Sumber Senjata & Dugaan Penyamaran KKB Papua: Jadi Pejabat hingga Anggota DPRD
ist
ilustrasi - TNI Kuasai Markas KKB Papua, Egianus Kogoya: Kami Siap Balas Dendam Secepatnya 

Selama perburuan KKB Papua tak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga korban luka-luka hingga korban pemerkosaan

Korban tewas dalam perburuan KKB Papua sudah mencapai 29 orang dalam satu tahun ini, termasuk 6 anggota TNI dan seorang anggota Brimob.

29 korban KKB Papua itu masing-masing terjadi pada 25 Juni 2018 (tiga warga meninggal), 1-2 Desember 2018 (19 warga meninggal), 3 Maret 2018 (seorang anggota TNI gugur), 7 Maret (tiga TNI gugur), 20 Maret 2019 (seorang Brimob gugur), 13 Mei 2019 (seorang anggota TNI gugur), dan yang terbaru 20 Juli 2019 (seorang anggota TNI gugur)

KKB Papua juga dianggap bertanggung jawab atas sejumlah aksi kejahatan yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir di Kabupaten Nduga, Papua.

Dilansir dari Tribun Medan (gropu SURYA.co.id), berikut sejumlah catatan kriminal yang dilakukan oleh KKB Papua:

22 Juni 2018

Pesawat Twin Oter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air rute Timika-Kenyam ditembak di lapangan terbang Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

Akibat peristiwa itu, pesawat yang mengangkut masyarakat sipil rusak.

Sementara kopilot Irene Nur Fadila mendapat luka tembak.

25 Juni 2018

Pesawat Twin Oter milik Trigana yang mengangkut logistik pemilu dan pihak aparat keamanan ditembak.

Akibatnya, pilot pesawat Kapt Ahmad Kamil terkena luka tembak di punggung.

Pada hari yang sama, kelompok kriminal ini kembali menyerang masyarakat sipil di Kota Kenyam.

Tiga orang meninggal dalam peristiwa itu, yakni Hendrik Sattu Kolab (38) dan istrinya, Martha Palin (28) serta teman mereka, Zainal Abidin (20).

Sedangkan anak Hendrik yang berusia 6 tahun bernama Arjuna Kola mengalami luka parah di wajah akibat dibacok dengan parang.

3 - 17 Oktober 2018

Sebanyak 15 orang guru dan tenaga kesehatan disandera di Distrik Mapenduma.

Salah satu di antaranya seorang tenaga kesehatan diperkosa.

1 - 2 Desember 2018

Puluhan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk melakukan pembangunan jembatan jalan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi disandera oleh kelompok ini.

Sebanyak 25 pekerja pembangunan jembatan itu kumpulkan dan dibawa ke Puncak Kabo dan kemudian dieksekusi.

Sebanyak 4 orang berhasil melarikan diri dari eksekusi, 2 orang tak diketahui keberadaannya dan 19 orang dipastikan meninggal dunia.

3 Desember 2018

Kelompok ini mengejar karyawan yang melarikan diri menuju Distrik Mbua. Kemudian ketika mereka berlindung di Pos TNI 755/Yalet, kelompok ini melakukan penyerangan.

Akibatnya, 1 anggota TNI, Serda Handoko gugur dan 1 lagi luka-luka.

4 Desember 2018

Kelompok KKB ini masih menduduki Distrik Yigi yang jaraknya 2 jam berjalan kali dari Distrik Mbua.

Belum ada kabar dari para karyawan PT Istaka Karya yang belum bisa dievakuasi dari Puncak Kabo.

Sementara aparat penegak hukum dari TNI dan Polri sampai sejauh ini mendapat perlawanan dari kelompok KKB.

Bahkan hari ini helikopter yang digunakan TNI ditembaki dan 1 anggota terkena tembakan saat baku kontak di Puncak Kabo.

5 Desember 2018

Satu anggota Brimob atas nama Bharatu Wahyu dan baling-baling helikopter terkena tembakan di Puncak Kabo.

7 Maret 2019

Kelompok ini kembali menyerang Distrik Mugi, Tiga anggota TNI gugur, yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu.

20 Maret 2019

Tiga anggota Brimob ditembak dan salah satunya gugur, yakni Bharada Aldi.

Korban mengalami luka tembak pada bahu kiri kanan.

Sedangkan korban luka-luka adalah Ipda Arif Rahman, mengalami luka tembak pada bahu kiri tembus punggung dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan, terkena tembakan di dada kanan bawah ketiak sebanyak 2 kali.

Kini keduanya dalam kondisi kritis.

13 Mei 2019

Perburuan terhadap KKB Papua memakan korban seorang prajurit TNI, Pratu Kasnun, gugur dalam baku tembak selama 5 jam.

Prajurit TNI yang sedang berpatroli mengamankan pembangunan jalan mendadak diserang dari belakang oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Prajuruti TNI ditembaki dari ketinggian, menyebabkan seorang prajurut TNI tertembus peluru di punggungnya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Senin (13/5/2019).

"Pada saat proses evakuasi menggunakan pesawat Helly Bell ke Timika, korban dinyatakan gugur pada pukul 13.00 WIT saat dalam perjalanan menuju ke RS Charitas Timika, dan rencana besok akan di terbangkan ke rumah duka di Aceh Selatan," ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui rilis Senin (13/5/2019).

Korban dan prajurit TNI lainnya ketika diserang KKB sedang melaksanakan tugas pengamanan pembangunan jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga.

20 Juli 2019

Sejumlah prajurit TNI tiba-tiba diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua saat sedang shalat di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (20/7/2019)

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kronologi Penembakan Satu Anggota TNI yang Gugur di Nduga', serangan KKB Papua ini tepatnya terjadi di lokasi pembangunan Jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, seornag anggota TNI bernama Prada Asuman Hambelo gugur dalam tragedi itu akibat luka tembak di bagian pinggang.

Aidi menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi ketika pasukan TNI yang mengawal pembangunan Jalan Trans Papua sedang beristirahat dan melaksanakan ibadah shalat.

Secara tiba-tiba, para personel TNI diserang oleh kelompok separatis dari arah semak belukar.

Menurut Aidi, pelaku penembakan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi para prajurit TNI beristirahat.

Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran.

Namun, baku tembak antara anggota TNI dan kelompok separatis terjadi cukup singkat.

"Namun dengan pertimbangan keamanan, karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ujar Aidi.

Kemudian, seusai pasukan memukul mundur kelompok separatis, baru diketahui ada satu orang anggota TNI yang terkena tembakan.

Lantaran minimnya perawatan medis di lokasi kejadian, sekitar pukul 14,10 WIT, Prada Usaman Hambelo akhirnya diketahui telah meninggal dunia. 

 

Penulis:
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved