Hati-hati, Aplikasi Ini Sebar Foto Pengguna Dengan Caption 'Siap Digilir'

Aplikasi Incash secara sengaja menyebarkan poster iklan yang berisikan foto YI dengan tulisan seperti ini :

Hati-hati, Aplikasi Ini Sebar Foto Pengguna Dengan Caption 'Siap Digilir'
Tribun-Video.com
Ilustrasi video mesum. Dua Anak SD Berhubungan Intim Layaknya Suami Istri, Rekam saat Ibu ke Sawah di Kabupaten Magetan. 

Hati-hati, Aplikasi Ini Sebar Foto Pengguna Dengan Caption 'Siap Digilir'

TRIBUNPEKANBARU.COM - Baru-baru ini jagat maya dihebohkan karena aplikasi pinjaman online (fintech) yaitu Incash, membagikan foto pengguna disertai dengan caption vulgar karena diduga pengguna tak mampu membayar hutang.

Pengguna yang mengalami kasus pelecehan tersebut adalah wanita berinisial YI (51) asal Solo, Jawa Tengah.

Aplikasi Incash secara sengaja menyebarkan poster iklan yang berisikan foto YI dengan tulisan seperti ini :

"Dengan ini saya menyatakan bahwa saya rela digilir seharga Rp1.054.000 untuk melunasi hutang saya di aplikasi Incash. Dijamin puas yang minat segera hubungi HP. 085742******".

Dikutip dari Kompas.com, YI sendiri melakukan pinjaman online lantaran kebutuhan mendesak yang dialami keluarganya.

"Saya pinjam Rp1.000.000, tapi menerimanya Rp680.000. Dalam seminggu saya harus mengembalikan Rp 1.054.000. Saya telat dua hari foto saya langsung disebar," kata YI.

Baca: Cinta Terlarang Siswi SMA & Oknum Guru, Ngaku Sudah 3 Kali Berbuat Dosa,Siswi Dijanjikan Nilai Bagus

Baca: LINK Download Lagu (MP3) DJ Haning Dayak Aye 123 Mayyeska, Lagu-lagu Tiktok 2019 Terbaru (Video)

Baca: Unduh Lagu Romantis Percaya Aku Chintya Gabriella (MP3) & Lirik Lagu Chintya Gabriella (Video)

Alhasil, kini kasus YI telah ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya berlokasi di Jalan Ir Soekarno, Dusun II, Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bukan hanya YI saja, ada enam orang lain ada enam orang warga lainnya yang juga menjadi korban pinjaman berbasis online tersebut.

YI sendiri kaget ketika mengetahui foto dirinya terpajang di poster iklan yang dikirim oknum pinjaman online tersebut ke sebuah grup WhatsApp (WA).

Di dalam grup WA tersebut, selain ada dirinya, juga terdapat kontak teman-teman YI (yang terdaftar di smartphone milik YI).

Cara Incash mendapatkan kontak teman-teman YI tidak mengherankan, mengingat ketika kita mendaftar di aplikasi pinjaman online maka seluruh data di smartphone seperti kontak, sms, dan foto/video akan bisa diakses oleh penyedia aplikasi tersebut.

Baca: Gara-gara Melawan Arus Lalu Lintas, Pria di Pekanbaru Ini Justru Ketahuan Bawa Ratusan Pil Ekstasi

Baca: Usai Cabuli Nenek 74 Tahun, Pemuda Ini Oleskan Cairannya di Tubuh Korban, Sadar Setelah Mandi

Baca: Ditangkap, Terungkap Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Istri Pendeta di Sunggal, Medan

Lebih lanjut, YI menceritakan alasan dirinya meminjam uang melalui Incash, lantaran prosesnya yang lebih mudah dan cepat.

Sejujurnya, wanita yang berdomisili di Solo, Jawa tengah ini tidak mengetahui jika foto dirinya akan disebar ke medsos oleh oknum pinjaman online jika telat membayar pinjaman saat jatuh tempo.

Perwakilan dari LBH Soloraya, Made Ridha mengatakan, korban pinjaman online Incash yang ditanganinya tersebut sebagian besar mendapat teror karena telat membayar pinjaman.

Menurut dia, untuk menjerat para korbannya, fintech Incash memberikan promo pinjaman dana secara mudah dan cepat melalui pesan singkat (SMS).

Setelah korban setuju dengan pinjaman, mereka diberikan link dengan tujuan agar diunduh.

Baca: Menyoal Kabar Ria Ricis Berhenti Ngeyoutube, Berikut 5 Youtuber Terkanal yang Pernah Hapus Channel

Baca: Oknum PNS yang Tertangkap di Peranap Inhu Riau Ternyata Residivis Kasus Narkoba

Baca: Buat Teh Jadi PRAKTIS dengan Ariete Tea Maker, Teh Bisa Langsung Dibuat di Meja Makan, Ini Caranya

"Setelah link itu di-download ada yang diterima dan ditolak. Walaupun diterima dan ditolak tetap uang yang dipinjam itu cair," kata dia dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2019) malam.

Selain memberikan promo pinjaman uang secara mudah, Made menyampaikan sasaran korban pinjaman online Incash tersebut adalah masyarakat yang berpengahasilan rendah.

Made menyampaikan yang membuat korban pinjaman online bingung adalah ketika persyaratan mereka telah ditolak, justru uang yang dipinjam dikirim ke rekening mereka.

Informasi tambahan, aplikasi Fintech bernama Incash ini juga merupakan aplikasi fintech ilegal, jadi berhati-hatilah sobat. (*)

Hati-hati, Aplikasi Ini Sebar Foto Pengguna Dengan Caption 'Siap Digilir'

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved