Pertamina RU II Dumai Launching Penggunaan Perdana Kapal MR

Tingkatkan potensi profit margin dan efisiensi di berbagai lini, PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai kembali melakukan inovasi.

Pertamina RU II Dumai Launching Penggunaan Perdana Kapal MR
Pertamina RU II Dumai
GM RU II, Kapten Kapal dan Manajemen Pertamina lainnya tekan tombol sebagai tanda penggunaan perdana kapal MR untuk supply produk avtur 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Tingkatkan potensi profit margin dan efisiensi di berbagai lini, PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai kembali melakukan inovasi.

Jika awal Mei lalu dilaksanaan peningkat kapasitas kapal untuk supply produk Solar, kini inovasi serupa dijalankan untuk produk Avtur.

Launching penggunaan perdana Kapal Medium Range (MR) ini dilaksanakan di halaman kantor Oil Movement Kilang RU II Dumai, Senin (29/7/2019).

Kegiatan dipimpin langsung General Manager Pertamina RU II Dumai M. Dharmariza dan dihadiri Kapten Kapal MR MT Sei Pakning Kapten Muhammad Mustofa Eli serta Andreas Tumansery Operation Head Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Sultan Syarif Kasim II mewakili Direktorat Pemasaran Korporat Pertamina.

Ditemui di sela kegiatan Dharmariza menyatakan inovasi ini masih sejalan dengan program peningkatan loading rate atau kecepatan pompa dalam memompa BBM dari tangki yang berada di darat menuju kapal yang diluncurkan Februari lalu.

Jika sebelumnya yang dikembangkan adalah sistem penyaluran dari kilang menuju kapal, kini inovasi dilakukan dengan mengganti jenis kapal.

Ia menyatakan inovasi serupa telah dilaksanakan pada Mei saat penggantian penggunaan kapal tipe MR dengan kapasitas muatan 25.000 hingga 45.000 dwt menjadi kapal Large Range (LR) dengan kapasitas muatan 80.000 hingga 125.000 dwt untuk supply produk Solar.

Kali ini penggantian dilakukan untuk supply produk Avtur dari penggunaan kapal tipe Small Tanker II dengan muatan 3.500 hingga 6.500 dwt menjadi kapal MR.

“Saat ini produksi Avtur di Kilang RU II Dumai rata-rata 216 ribu barel (MB) per bulan sehingga dibutuhkan 5 kapal Small Tanker II. Dengan sistem baru, kami cukup mendatangkan 1 kapal MR per bulan yang dapat mengangkut produk Avtur sebanyak 214 MB. Dengan demikian occupancy jetty yang sebelumnya berkisar di persentase 85 hingga 95 % dapat ditekan dengan penurunan hingga 15 %”, ungkap Dharmariza.

Lebih lanjut Dharmariza menjelaskan, penggantian kapal pengangkut produk dengan muatan yang lebih besar ini otomatis berimbas kepada berbagai aspek lainnya.

Selain occupancy jetty yang menurun sehingga dapat dioptimalkan untuk kegiatan operasional lainnya, beberapa keuntungan lain dapat diperoleh Kilang RU II di antaranya, ketersediaan waktu maintenance rutin, peningkatan kemampuan produksi Avtur di Kilang RU II hingga peningkatan ketahanan produksi. (rls)

Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved