Petani di Lampung Senang Musim Kemarau Tiba, Panen Jengkol Jadi Melimpah

Petani di Lampung Selatan mengaku senang dengan musim kemarau, karena bunga jengkol tidak gampang rontok, sehingga papen pun melimpah.

Petani di Lampung Senang Musim Kemarau Tiba, Panen Jengkol Jadi Melimpah
Musim kemarau membawa berkah bagi petani jengkol di Lampung Timur, karena bunga yang tumbuh tidak banyak rontok sehingga panen melimpah. 

tribunpekanbaru.com - Petani jengkol Desa Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, mengaku mendapat berkah dari musim kemarau. Dengan tidak turunnya hujan, maka bunga jengkol tidak banyak yang rontok sehingga panen berikutnya akan melimpah.

"Saat ini memasuki masa panen jengkol ketiga dan hasilnya lumayan. Bagi kami musim kemarau malah membawa berkah," ujar Hamidi, salah seorang petani jengkol di Lampung Timur, Senin (29/7).

Ia mengatakan, musim kemarau membantu bunga jengkol tumbuh dengan lebat. Lain halnya jika dibandingkan dengan musim hujan yang malah akan merontokkan bunga jengkol dan menyebabkan gagal panen.

Hamidi memperkirakan panen jengkol akan berlimpah karena saat ini tidak ada hujan. Oleh karena itu, menurut dia, pada panen berikutnya kemungkinan harga jengkol akan stabil. Kenaikan harga jengkol seperti saat ini terjadi karena panen yang tidak bersamaan.

"Untuk harga jengkol panen ketiga ini naik Rp3 ribu per kilogram dari sebelumnya yang hanya berkisar Rp15 ribu per kilogram. Biasanya harga naik itu karena waktu panennya beda-beda," katanya.

Hal senada dikatakan oleh Dayat, salah seorang pedagang penerima hasil bumi. Menurut dia, panen kali ini harga jengkol bersih dari petani fluktuatif, bukan karena musim kemarau akan tetapi akibat musim panen yang berbeda-beda.

"Sekarang harga sempat naik turun. Panen pertama sempat Rp25 ribu per kilogram dari petani. Panen kedua turun Rp15 ribu per kilogram, dan panen ke tiga naik sedikit Rp18 ribu per kilogram. Biasanya kalau kita jual langsung ke Pulau Jawa harganya jadi lebih mahal," ujar Dayat. (rin/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved