Putra Ramadhan, Bocah 4 Tahun Penderita Kanker Mata di Inhil Butuh Bantuan Dermawan

Awalnya hanya ada bercak putih di bola mata, namun lama kelamaan terus membesar dan akhirnya divonis kanker mata.

Putra Ramadhan, Bocah 4 Tahun Penderita Kanker Mata di Inhil Butuh Bantuan Dermawan
tribun pekanbaru
Putra Ramadhan, bocah 4 tahun penderita kanker mata, saat ini dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. 

tribunpekanbaru.com - Tidak banyak yang bisa dilakukan Dedi, untuk mempercepat proses pengobatan anaknya bernama Putra Ramadhan, yang saat ini tengah berjuang melawan kanker mata yang diidapnya sejak 3 tahun terakhir.

Hari demi hari Dedi hanya bisa pasrah melihat kondisi mata kanan Putra yang kian memburuk, karena tidak ada biaya untuk membawa anak semata wayangnya tersebut berobat. Meskipun dokter sudah menyarankan agar Putra dibawa ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.

“Jangankan ke Jakarta, untuk ke Pekanbaru saja kita mengharapkan bantuan,” ungkap Dedi saat menemani sang anak yang masih dirawat di RSUD Tembilahan, akhir pekan lalu.

Sehari-hari bekerja mengambil upah mengupas kelapa dengan penghasilan tidak menentu, dan sang istri yang hanya ibu rumah tangga, diakui Dedi sangat tidak mencukupi untuk biaya pengobatan Putra. Apalagi saat ini Dedi dan istrinya, Leha, tidak bisa bekerja penuh karena harus mendampingi sang buah hati di rumah sakit.

“Kebun ada, tapi cuma tiga baris. Selebihnya kadang saya mengupas kelapa, kadang-kadang mengambil upah menebas rumput di kebun orang. Sehari bisalah dapat upah Rp50-60 ribu. Kami sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan para dermawan,” ucapnya.

Saat ini, Dedi hanya berharap bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil untuk menanggung biaya pengobatan Putra, yang kini dirawat di ruang isolasi RSUD Puri Husada Tembilahan. Untuk berobat ke Pekanbaru, Dedi mencari biaya ekstra. Setiap bulan, bocah 4 tahun kelahiran Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil, tersebut, memang harus ke Pekanbaru untuk kemoterapi.

“Tentu kami berharap ada bantuan untuk berobat Putra yang tiap bulan harus ke Pekanbaru. Sudah sekitar 25 kali kemoterapi dijalani. Jika ada rezeki, pasti kita teruskan pengobatan ke Jakarta,” tutur Dedi.

Dijelaskan, saat ini Putra hanya bisa terbaring lemah, karena sejak satu setengah bulan terakhir Putra tidak lagi bisa berdiri.

“Bagian kaki dan lututnya pembengkakan efek menyebarnya penyakit (kanker) ke bagian tulang dan saraf. Sesekali darah juga terlihat keluar dari bagian mata dan tubuhnya,” jelas Dedi sedih.

“Kalau dia lihat foto-fotonya yang masih sehat, semua dihapus. Kadang-kadang HP saya pun ikut dibantingnya, jadi gampang marah sekarang,” jelas Dedi sembari mengelus Putra yang nampak kesakitan.

Awal mula penyakit yang diderita Putra dari adanya bercak putih di bola mata sebelah kanan. Dedi sempat membawa putranya ke Puskesmas. “Kita orang kampung ini kan, tidak tahu ya, hanya berobat kampung saja, karena diagnosa dokter hanya alergi biasa,” tutur Dedi.

Hingga beberapa waktu berselang, Putra menderita demam tinggi dengan mata memerah dan timbul benjolan kecil di bagian bola mata yang kian hari makin besar. Saat kembali diperiksa, Putra pun divonis menderita kanker mata.

Selasa (13/8) mendatang, Putra Ramadhan akan kembali menjalani kemoterapi di Pekanbaru. Masyarakat yang memiliki rezeki berlebih dan tergerak hati ingin membantu, bisa berdonasi kepada Putra dengan menghubungi nomor 085264242483. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved