Berita Riau

Ratusan Ikan Mati di Sungai Muara Kuku Rohul Riau, Diduga Tercemar Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

Ratusan ikan mati mengapung di aliran Sungai Muara Kuku di Desa Kepenuhan Barat Mulya,Rohul diduga tercemar limbah Pabrik kelapa Sawit (PKS).

Ratusan Ikan Mati di Sungai Muara Kuku Rohul Riau, Diduga Tercemar Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Limbah pabrik kelapa sawit diduga cemari Sungai Muara Kuku di Desa Kepenuhan Barat Mulya, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Ratusan ikan mati mengapung di aliran Sungai Muara Kuku di Desa Kepenuhan Barat Mulya, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), diduga tercemar limbah cair dari PKS.

Warga menduga limbah berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Era Sawita yang berlokasi di hulu Sungai Kuku. Ratusan ikan mati ini pertama kali ditemukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nizamuddin, Zulkifli, Kamis (24/7/2019) pekan lalu.

"Setelah melihat banyak ikan mati, saya tidak jadi mandi dan segera melaporkan temuan itu ke Dinas Lingkungan Hidup Rohul,"katanya, Senin (29/7/2019).

Zulkifli juga sangat keberatan jika benar pencemaran itu disebabkan limbah PKS PT Era Sawita.

"Soalnya, Ponpes kami berada di pinggir aliran sungai itu. Namun, karena tercemar, kami pun tak berani menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya.

Menurutnya, pencemaran sungai bukan pertama kali terjadi. Pascakejadian itu, maka anak-anak dari ponpes asuhannya tidak berani menggunakan air Sungai Kuku untuk mencuci pakaian, apalagi untuk mandi.

Menyikapi laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran, tim dari DLH Rohul langsung turun ke lokasi.

Kasi Pengaduan DLH Rohul, Adriyadi mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum bisa memastikan ikan mati dan sempoyongan di Sungai Muara Kuku akibat limbah PKS PT Era Sawita, seperti yang dilaporkan oleh masyarakat.

Untuk memastikan penyebabnya, setelah mengambil sampel air, pihaknya harus menunggu hasil laboratoriun sekitar 14 hari ke depan.

"Kita uji di laboratorium DLH dulu, apakah pencemaran sungai ini merupakan limbah dari PKS PT Era Sawita atau disebabkan hal lainnya," imbuhnya.

Pimpinan PT Era Sawita, Jusmadi mengakui pencemaran memang bersumber dari perusahaannya. Namun, bukan disebabkan kebocoran dari kolam limbah perusahaan, melainkan dari air tangkos.

"Di samping PKS ada tumpukan tangkos yang terbakar. Kebetulan hujan lebat dan air tangkos itu mengalir ke Sungai, sehingga menyebabkan banyak ikan yang mati dan mengapung," sebutnya.

Atas kejadian itu, tambah Jusmadi, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat yang terkena dampak dari pencemaran itu. Bahkan dirinya berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini. (Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved