Kisah Sedih Siswi Kelas X SMA, Kesuciannya Direnggut Mahasiswa di Hotel yang Dikenal dari Medsos

Nasib pilu itu dialami seorang siswi yang masih duduk di kelas 1 SMA sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) yang baru berusia 15 tahun.

Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ilustrasi siswi SMA korban pencabulan. 

AKP Ricky mengatakan proses hukum pada Tersangka RN (25) sedang bergulir.

"Sehubungan dengan diduga telah terjadi tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur (korban), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35, Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23, Tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman pidana 5 tahun hingga 15 tahun penjara," katanya.

Tips Melawan Pemerkosaan

Kejadian pemerkosaan yang dialami oleh bunga, tentunya menjadi pelajaran bagi wanita lainnya.

Bagaimana cara mengatasi pemerkosa.

Di bawah itu adalah video tips melawan pemerkosa:

Dampak dan Cara Penyebuhan Korban Pemerkosaan

Mengutip jurnal psikologi, berjudul perkosaan, dampak dan alternatif penyembuhan yang disusun Ekandari, Mustaqfirin, Faturochman Universitas Gadjah Mada, beberapa metode dapat dilakukan kepada korban pemerkosaan.

Keluarga sebagai pihak terdekat dapat memberikan dukungan bagi korban dengan cara:

1. Mempercayai cerita yang disampaikan oleh korban.

2. Bersikap tenang. Hal ini dapat membantu korban merasa aman.

3. Meyakinkan korban. Keluarga dapat menunjukkan empatinya terhadap peristiwa yang dialami oleh korban.

4. Mempersiapkan korban terhadap kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Korban mungkin memerlukan bantuan dari orang lain misalnya
dokter dan polisi jika ia melaporkan kasusnya

5. Memberi dukungan dan melaporkan perkosaan yang dialami korban ke pihak yang berwajib.

Selain cara tersebut, kita dapat mengatasi masalah yang muncul akibat pemerkosaan yang dialami korban yaitu: 

1. Korban perkosaan mengalami trauma jangka panjang yang mengakibatkan korban mengalami PTSD.

Tanpa adanya intervensi atau dukungan dari pihak lain maka korban menghadapi proses penyelesaian masalahnya sendiri sehingga pada akhirnya korban dapat mengatasi masalah tersebut seiring dengan waktu yang berlalu. 

2. Korban perkosaan mendapatkan dukungan dari keluarga sejak korban mengalami trauma akibat perkosaan. 

Dukungan dari pihak keluarga dapat diperkuat dengan adanya dukungan dari pihak lain seperti lembaga atau organisasi yang memiliki kepedulian terhadap korban.

Meskipun demikian ada kemungkinan bahwa korban tetap mengalami PTSD sebelum akhirnya ia bisa coping dengan masalah yang dihadapinya.

3. Korban perkosaan mendapatkan dukungan dari pihak keluarga dan pihak lain seperti lembaga atau organisasi yang memiliki kepedulian terhadap korban, akan tetapi dukungan tersebut diterima oleh korban setelah ia mengalami PTSD.

4. Alternatif ke empat adalah adanya dukungan dari pihak keluarga dan juga pihak lain sebelum korban mengalami PTSD.

Dukungan ini membuat korban mampu mengatasi dampak perkosaan yang muncul pada dirinya tanpa harus mengalami PTSD.

5. Selain keempat alternatif yang memungkinkan korban perkosaan  untuk mengatasi masalahnya dan mencapai proses recovery, terdapat alternatif lain dimana korban tidak berhasil mengatasi masalahnya dan mengalami gangguan patologis. (*)

--

Kisah Sedih Siswi Kelas X SMA, Kesuciannya Direnggut Mahasiswa di Hotel yang Dikenal dari Medsos 

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved