PHRI Riau Respon Positif Wacana Penerapan Wisata Halal di Riau

Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cepat tanggap merespon wacana Pemerintah Provinsi Riau, yang akan menerapkan Pariwisata Halal

PHRI Riau Respon Positif Wacana Penerapan Wisata Halal di Riau
TRIBUN PEKANBARU
Pengurus PHRI Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cepat tanggap merespon wacana Pemerintah Provinsi Riau, yang akan menerapkan Pariwisata Halal di Bumi Lancang.

Bahkan PHRI langsung melakukan pertemuan dengan Disnaker Pekanbaru dan Dinas Pariwisata Provinsi, Selasa (30/7/2019) di sebuah hotel berbintang di Pekanbaru. Turut dilibatkan GM hotel yang ada di Pekanbaru.

Ketua PHRI Ir Nofrizal MM mengatakan, pertemuan ini untuk menyampaikan kepada anggota PHRI, bahwa destinasi wisata halal yang akan diterapkan, akan berimbas kepada usaha pariwisata, terutama usaha hotel, yang langsung bersentuhan.

"Tentu kesiapan hotel ini bagaimana menghadapinya, apalagi kita di Pekanbaru ini memang mayoritas muslim, jadi penyajian harus lebih halal nya kita lebih tahu lah, tapi semua itu perlu ada sertifikat, tidak murah dan tidak gampang juga,” kata Nofrizal.

Untuk tahap awal ini, lanjut Nofrizal, hotel-hotel di Kota Pekanbaru bisa melakukan pembenahan pada penampilan tenaga kerja hotel agar lebih sopan dalam penyambutan tamu.

"Fasilitas yang ada minimal di kamar itu ada sajadah, ada tempat untuk wudu, toilet yang dilengkapi penyemprot air, kebanyakan kan cuma tisu aja," sebutnya.

Kemudian ide yang menarik dari pertemuan itu, lanjut Nofrizal, bahwa ada usulan agar jadwal kajian ulama ditayangkan di hotel, sehingga para tamu yang menginap bisa menghadiri kajian tersebut.

"Seperti contohnya ustadz kondang itu kita share, ternyata tamu kita dari Singapura menunggu itu, contoh Ustadz Abdul Somad misalnya ada jadwal di Masjid Agung Annur. Mereka para tamu datang Jumat, Sabtu, Minggu, potensi ini yang perlu kita gali," kata Nofrizal lagi.

Nofrizal juga menyampaikan bahwa ada juga usulan dari anggota untuk menarik wisatawan luar ke Riau, diperlukan inovasi. Karena memang di Pekanbaru sangat sedikit yang bisa dijual dari segi pariwisatanya dibandingkan kota wisata lain yang ada.

"Selama ini kita jual produk orang, kini kita jual produk sendiri, kita cari potensinya, sawit contohnya. Kita jadikan objek wisata, kalau sawit ini kita jadikan pariwisata luar biasa, tinggal infrastruktur diperhatikan pemerintah," bebernya.

Lebih lanjut Nofrizal berharap, agar pemerintah juga menghentikan mengeluarkan izin untuk hotel baru yang tidak sesuai dengan aturan, seperti ruko-ruko yang disulap menjadi hotel.

"Dengan banyaknya bermunculan hiotel di Pekanbaru harga bersaing, kita sepakat harga di Pekanbaru dipertahankan, kita termurah di Sumatera, kita berharap nanti jangan lagi memberikan izin hotel-hotel yang tidak sepatutnya diberikan, ruko jadi hotel kedepan jangan lagi, yang sudah, sudah lah," pesan Nofrizal yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pekabaru ini. (ale)

Penulis: Alex
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved