Kopra Putih dari Inhil Punya Potensi Besar Tembus Pasar Ekspor

Perpekindo minta Pemkab Inhil mengoperasikan pelabuhan ekspor, agar produk kelapa Kabupaten Inhil makin mudah dikirim ke luar negeri.

Kopra Putih dari Inhil Punya Potensi Besar Tembus Pasar Ekspor
tribun pekanbaru
Kegiatan masyarakat petani kelapa di Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil. Kopra putih yang diproduksi masyarakat Inhil punya potensi besar di pasar ekspor. 

tribunpekanbaru.com - Potensi besar kopra putih di pasar global, harus mampu dimaksimalkan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sebagai kabupaten penghasil kelapa terbesar di Indonesia.

Saat ini, terdapat beberapa jalur keluar pelabuhan ekspor, antara lain melalui Batam, Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, dan Belawan.

Karena itu, Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Provinsi Riau, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (pemkab) Inhil segera mengoperasikan pelabuhan ekspor, agar memudahkan masyarakat dan petani ikut bersaing secara global.

Wakil Ketua Perpekindo Riau, Hamzah Kobaru menuturkan, sebagian besar perkebunan kelapa di Inhil dimiliki masyarakat setempat, dan masyarakat Inhil mengolah hasil panen kelapanya menjadi berbagai macam produk turunan. Satu di antaranya adalah kopra putih sebagai komoditas potensial.

“Kopra putih merupakan komoditi ekspor yang telah ada sejak lama. Sebagian besar hasil produksi kopra putih di ekspor ke India, Pakistan, Uni Emirat Arab, Bangladesh, dan Pakistan. Kopra putih memiliki nilai ekonomis lebih baik di banding kopra hitam,” ujar Hamzah Kobaru kepada Tribun, Rabu (31/7).

Menurutnya, komoditi kelapa di Inhil sudah dibudidayakan sejak lama dari generasi ke generasi, sehingga potensi kelapa sebagai komoditi unggulan tampak jelas. Keberhasilan pembangunan perkebunan kelapa akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat Inhil secara khusus dan Riau secara umum.

Perpekindo Riau juga mendesak Pemkab Inhil membangun dan mempercepat industri produksi turunan kelapa, yang dapat diproduksi masyarakat. “Perlunya pembinaan dan pelatihan produksi turunan kelapa,” ucapnya.

“Kami mendesak Pemkab Inhil menyusun road map pengembangan industri 2019-2024, agar industri hulu dan hilir kelapa Inhil lebih terarah untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak lupa juga rehabilitas kelapa tua yang tidak produksi dan normalisasi parit,” tambahnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved