Pelalawan

Pagi Ini Kabut Asap di Pangkalan Kerinci Riau Masih Bertahan Walau Hotspot Berkurang Drastis

Kabut asap yang melanda Kota Pangkalan Kerinci sejak Selasa lalu masih bertahan hingga Rabu

Pagi Ini Kabut Asap di Pangkalan Kerinci Riau Masih Bertahan Walau Hotspot Berkurang Drastis
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kabut asap yang masih bertahan menyelimuti angkas Kota Pangkalan Kerinci pada Rabu (31/7/2019) pagi. Asap berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Langgam. 

Pagi Ini Kabut Asap di Pangkalan Kerinci Riau Masih Bertahan Walau Hotspot Berkurang Drastis

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap yang melanda Kota Pangkalan Kerinci sejak Selasa (30/7/2019) lalu masih bertahan hingga Rabu (31/7/2019) pagi.

Asap menguasai angkasa yang menghalangi pandangan mata.

Kabut yang berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini tampaknya belum berkurang. Aroma terbakar terasa di hidung dan menimbulkan sedikit perih di mata. Hal itu sangat terasa bagi warga pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Warga menggunakan masker untuk mengantisipasi resiko terhirupnya kabut asap.

"Asapnya masih ada mulai dari kemarin. Sampai kapan seperti ini ya. Kita takut anak-anak yang kena imbasnya," tutur seorang warga Jalan Seminai Pangkalan Kerinci, Rudianto (33), kepada tribunpelalawan.com, Rabu (31/7/2019).

Baca: UPDATE! Siswa di Pekanbaru Mulai Menggunakan Masker ke Sekolah Akibat Karhutla di Riau

Warga berharap asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan ini segera berlalu dan kembali bisa menghirup udara segara.

Pasalnya banyak masyarakat yang masih trauma dengan musim asap yang sangat parah yang terjadi beberapa tahun lalu.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, hotspot atau titik api di Provinsi Riau menurun drastis hari ini.

Dari 60 titik sehari sebelumnya, tinggal 10 titik saja. Termasuk di Kabupaten Pelalawan yang kemarin 30 titik turun menjadi empat titik lagi.

"Dari empat hotspot di Pelalawan, cuman satu titik yang level confidence diatas 70 persen. Itu yang ada di Langgam,l kata Hadi Penandio.

Baca: Anggota Brimob Bripka Desri Tewas Digigit Ular:Kenali Jenis Bisa serta Pertologan Pertama

Ia meyakini kabut asap yang muncul dari sisa lahan yang terbakar di dua lokasi di Kecamatan Langgam. Meski apinya telah padam, tapi lahan gambut bekas terbakar masih menyeluarkan asap.

Oleh angin kencang yang berhembus terbawa ke Pangkalan Kerinci.

"Sampai sekarang uapaya pemadaman dan pendinginan masih dilakukan di lokasi," tandasnya. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved