PLTMG Koto Gasib Beroperasi, Kini Seluruh Wilayah Siak Sudah Terang

Bupati Siak, Alfedri mengaku senang PLTMG Koto Gasib beroperasi penuh. Sehingga kini seluruh wilayah Siak sudah teraliri listrik.

PLTMG Koto Gasib Beroperasi, Kini Seluruh Wilayah Siak Sudah Terang
tribun pekanbaru
Gubernur Riau, H Syamsuar, menandatangani prasastasi peresmian PLTMG 25 mW Koto Gasib, GI 150 kV NGS (New) 1x30 MVA, dan SUTT 150 kV Dumai-KID, Rabu (31/7) di Kuala Gasib, Siak. 

tribunpekanbaru.com - Gubernur Riau H Syamsuar, meresmikan tiga proyek PT PLN (Persero) Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR), Rabu (31/7) di Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Selain meresmikan PLTMG 25 MW, Syamsuar juga meresmikan dua proyek yang tuntas dibangun PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (IUP) Sumatra Bagian Tengah (SBT).

Dua proyek yang dibangun IUP SBT itu adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Dumai-Kawasan Industri Dumai (KID), dan Gardu Induk (GI) 150 kV NGS (New) 1x030 MVA.

Kedua pembangunan tersebut sudah dapat dioperasikan, bersamaan dengan beroperasionalnya PLTMG 25 mW Kuala Gasib.

Peresmian dihadiri Direktur Regional Sumatra PT PLN Wiluyo Kusdwiharto, General Manager (GM) IUP SBT Henry Setijabudi, GM PT PLN WRKR M Irwansyah, Bupati Siak Alfedri dan jajaran, serta Manajer PT PLN Rayon Siak, Heru Triwibowo.

Tiga proyek besar tersebut dirampungkan pada 2019 dalam rangka memperkuat kelistrikan di Riau. PLN mengusung tagline, Menuju Sumatra Hebat.

Wuliyo Kusdwiharto menjelaskan, PLTMG berkapasitas 25 mW sudah beroperasi untuk kebutuhan daya di Kabupaten Siak. Pengoperasian PLTD Siak dan Sungai Apit akan berakhir, karena daya sudah disuplai dari PLTMG Kuala Gasib tersebut.

Penghentian pengoperasian PLTD Siak akan menghemat pengeluaran PLN sebesar Rp23 miliar per tahun. Penghematan tersebut terjadi akibat substitusi dari PLTD ke gas. "Peresmian ini bersamaan dengan Gardu Induk dan SUTT. Ini semua untuk meningkatkan kehandalan listrik di Riau," kata dia.

Pertumbuhan energi listrik di Riau cukup besar. Pada 2019 ini pertumbuhan penjualan naik 6,8 persen. PLN berkomitmen mendukung sektor industri dan bakal menyediakan daya yang cukup, berapapun dibutuhkan. "Kami komitmen siap memberikan daya listrik berapapun yang dibutuhkan," kata dia.

Saat ini, kendala yang dihadapi adalah petir. Ia menyebut Riau kaya akan petir, yang menyebabkan banyak listrik terganggu. Saat ini pihaknya sedang melakukan kerjasama dengan kampus-kampus di Bandung untuk mengantisipasi gangguan akibat petir.

Bupati Siak, Alfedri, yang hadir pada peresmian itu mengaku sangat senang. Sebab selama ini pasokan daya listrik di Kabupaten Siak masih kurang handal.

"Kami berterimakasih pada PLN yang merelokasi PLTMG Rawa Minyak ke Kuala Gasib. Selama PLTMG ini di Rawa Minyak hanya menghasilkan 1 MW, padahal kapasitasnya 25 mW. Setelah direlokasi dengan sumber gas yang memadai, akhirnya hari ini harapan kita terwujud," kata dia.

Alfedri menceritakan, membuat Siak terang memang sangat sulit. Tetapi keinginan untuk menerangi Siak terus diupayakan, sehingga secara berangsur sejak 2011 desa-desa di Siak mulai terang. "Pada 2011 itu rasio elektrifikasi hanya 34 persen. Saat ini sudah 100 persen. Sebanyak 131 desa sudah masuk listrik. Hanya tinggal beberapa dusun yang belum," katanya.

Menurut Alfedri, program Siak Terang 2019 bisa menekan angka krimininalitas, bisa membangkitkan ekonomi, dan membuat anak-anak cerdas karena bisa belajar dengan baik.

Gubenrur Riau, Syamsuar, juga mengaku sangat senang PLTMG 25 MW itu dapat dimaksimalkan setelah direlokasi. Pelaksanaan relokasi dari Rawa Minyak dilakukan semasa Syamsuar masih menjabat Bupati Siak. (myo)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved