Sudah 11 Hari Berjibaku di Sri Gemilang, Siak, Api Karhutla Masih Belum Padam

Selain mengirimkan personel darat untuk memadamkan api, BPBD Riau juga mengerahkan lima helikopter untuk melakukan water bombing setiap hari.

Sudah 11 Hari Berjibaku di Sri Gemilang, Siak, Api Karhutla Masih Belum Padam
Tribun Pekanbaru/Istimewa/RAPP
Pemadaman api di sebuah lahan yang dilanda karhutla 

tribunpekanbaru.com - Petugas Satgas darat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, masih terus berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Kampung Sri Gemilang Koto Gasib, Kabupaten Siak, Rabu (31/7).

Ada 40 personel gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi ini. Mereka dibekali dengan sejumlah alat pemadam api.

Kebakaran lahan yang terjadi di Kampung Sri Gemilang cukup menguras tenaga petugas. Bahkan hingga Rabu (31/7), proses pemadaman api yang membakar lahan gambut di Kampung Sri Gemilang ini sudah berjalan selama 11 hari.

"Sampai hari ini (kemarin) pemadaman api dan pendinginan titik asap di Koto Gasib masih berlanjut, dan sudah masuk hari ke sebelas," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, Rabu (31/7).

Selain di Koto Gasib, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah wilayah di Riau. Di antaranya di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, Desa Rimbo Panjang Kampar, Desa Bedagu Langgam Pelalawan, Desa Penarikan Langgam Pelalawan, Desa Lubuk Bandar Sekijang Pelalawan, Desa Kulim Jaya Kempas Inhil, Desa Seberang Pembenaan Inhil, Jalan Bunga Tanjung Ratu Sima Dumai, Dusun Batang Kopou Rohil, Desa Labuhan Papan Rohil, Desa Mesah Rohil, Desa Pematang Pasir Rohil, Desa Kepenghuluan Rohil, Desa Sei Segajah Rohil, Bukit Timah Dumai, dan di Selat Baru Bantan, Bengkalis.

"Petugas gabungan mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dibantu masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman," ujarnya.

Selain melakukan upaya pemadaman dan pendinginan titik api di lokasi lahan yang terbakar, personel Satgas Karhutla juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi, serta imbauan kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Apalagi saat ini di Riau sudah masuk musim kemarau, sehingga potensi kebakaran lahan dapat dengan mudah terjadi. Terlebih di lahan kosong dan lahan gambut yang di atasnya ada rumput dan semak belukar yang mengering.

"Kita terus sampaikan kepada masyarakat dan perusahaan, jangan ada lagi yang coba-coba membuka lahan dengan cara dibakar, karena itu sangat berbahaya sekali. Kalau kedapatan, petugas penegak hukum akan menindak tegas," sebutnya.

Sejauh ini, tim Satgas Gakkum Karhutla Riau sudah mengamankan 18 orang yang diduga sebagai pelaku pembakar lahan. Rincianya, 1 kasus di Inhil, 2 kasus di Inhu, 1 kasus di pelalawan, 3 kasus di Rohil, 3 kasus di Bengkalis, 5 kasus di Dumai, 2 kasus di Meranti, dan 1 kasus di Pekanbaru.

"Dari 18 pelaku yang diamankan oleh Satgas Gakkum itu, 16 pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan yang sudah tahap II ada 12 orang tersangka," katanya.

Berdasarkan data dari BPBD Riau, total luas lahan yang terbakar di Riau hingga Rabu (31/7) sudah mencapai 3.963 hektare. Rincianya, di Rohul ada 2 hektare yang terbakar, Rohil 874 hektare, Dumai 280 hektare, Bengkalis 1.468 hektare, Meranti 232 hektare, Siak 479 hektare, Pekanbaru 76 hektare, Kampar 92 hektare, Pelalawan 134 hektare, Inhu 76 hektare, Inhil 242 hektare, dan Kuansing 5 hektare.

"Upaya pemadaman terus dilakukan oleh Satgas darat dan udara. Hari ini (kemarin) Satgas udara melakukan water bombing di Langgam Pelalawan dan di Bengkalis. Ada lima helikopter yang kita turunkan hari ini (kemarin), tiga di Pelalawan dan dua di Bengkalis," kata Edwar. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved