Izin Sudah Habis Sejak 2016, Satpol PP Potong Tiang Reklame di Jalan Ahmad Yani

Pemilik tiang reklame diketahui tidak memperpanjang izin dan juga tidak membayar pajak, sehingga akhirnya ditindak Satpol PP.

Izin Sudah Habis Sejak 2016, Satpol PP Potong Tiang Reklame di Jalan Ahmad Yani
tribun pekanbaru
Petugas Satpol PP memotong satu tiang reklame yang diduga melanggar izin di kawasan Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Rabu (31/7) malam. 

tribunpekanbaru.com - Tim Satpol PP Kota Pekanbaru menumbangkan satu tiang reklame ukuran besar di Jalan Ahmad Yani, Kota Pekanbaru, Rabu (31/7) malam lalu. Tiang reklame yang terletak di halaman depan Kantor Metrologi Pekanbaru itu ternyata tidak mengantongi izin.

Pemilik reklame juga disebutkan sudah lama menunggak pajak. Sehingga petugas mengambil tindakan dengan memotong tiang tersebut.

Pantauan Tribun, satu unit crane membantu proses menumbangkan tiang reklame ini. Awalnya, tiang reklame yang tegak lurus itu di las hingga terpotong dari bagian pondasi betonnya.

Perlahan, tiang reklame kemudian dipindahkan secara hati-hati dengan crane. Tiang reklame ilegal ini lantas dipotong menjadi beberapa bagian.

Proses pemotongan tiang reklame ini berlangsung tanpa kendala. Juga tidak ada penolakan dari pemilik tiang.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono menyebutkan, tiang reklame tersebut akhirnya dipotong lantaran tidak ada izinnya. Menurutnya, izin tiang reklame ini tidak kunjung diperpanjang sejak tahun 2016 silam.

Pihak pengelola tiang reklame seharusnya memperpanjang izin yang sudah habis masa berlakunnya. Apalagi tiang reklame tersebut berada di kawasan lahan pemerintah.

"Mereka tidak memperpanjang izin hingga saat ini, tidak bayar pajak juga, karenanya kita tertibkan," papar Agus, Kamis (1/8) dinihari.

Agus tidak menampik masih banyak tiang reklame ilegal yang masih berdiri di kawasan Kota Pekanbaru. Selain itu, ada pula tiang reklame yang meski berizin dan bayar pajak, tapi menyalahi Perda Kota Pekanbaru.

Ditambahkan Agus, pihaknya sudah berencana memotong tiang reklame lainnya. Setidaknya, ada sepuluh tiang reklame ilegal yang terpasang di ruas Jalan Jendral Sudirman yang bakal dipotong.

Selain itu, ada pula sejumlah tiang reklame ilegal yang berada dekat Bandara SSK II. Jumlahnya berkisar lima hingga enam tiang.

Lokasi tiang reklame ilegal lainnya adalah dekat kawasan Purna MTQ, yang menurut Agus posisinya menyalahi aturan.

Masalah lainnya, ada pula tiang reklame yang berdiri di kawasan taman. Di antaranya tiang reklame yang berada di pertigaan Jalan Arifin Achmad dengan Jalan Jendral Sudirman.

"Itu yang saya lihat nyata-nyata. Mudah-mudahan pemiliknya mau memindahkan," tutur Agus. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved