Pekanbaru

Rudenim Pekanbaru Kembali Deportasi 15 Orang Imigran Asal Bangladesh

Rudenim Pekanbaru kembali mendeportasi 15 orang Imigran asal Bangladesh, Kamis.

Rudenim Pekanbaru Kembali Deportasi 15 Orang Imigran Asal Bangladesh
Istimewa
Untuk kesekian kalinya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru kembali mendeportasi 15 orang Imigran asal Bangladesh, Kamis (1/8/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Untuk kesekian kalinya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru kembali mendeportasi 15 orang Imigran asal Bangladesh, Kamis (1/8/2019).

Ditambah jumlah Imigran yang dideportasi hari ini, artinya total sudah 25 warga Bangladesh yang dipulangkan ke negara asalnya sejak dua hari lalu.

Imigran atas nama Nasir Uddin dan kawan-kawan itu, diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pukul 06.05 WIB menggunakan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT393.

Baca: Seorang Emak-emak di Pelalawan Riau Jadi Korban Hipnotis, Uang Rp 3.5 Juta dan Dua Cincin Emas Raib

Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior M Sigalingging mengatakan, dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, mereka akan terbang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru kembali mendeportasi 15 orang Imigran asal Bangladesh, Kamis (1/8/2019).
Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru kembali mendeportasi 15 orang Imigran asal Bangladesh, Kamis (1/8/2019). (Istimewa)

Dilanjutkan menuju Don Mueang International Airport Bangkok, Thailand, pada pukul 13.30 waktu setempat menggunakan pesawat Thai Lion Air.

"Pendeportasian dilaksanakan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dengan dilakukan serah terima deporti kepada petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta," sebut Junior.

Dari Thailand, pada pukul 22.50 waktu setempat, 15 orang Imigran itu akan melanjutkan perjalanan.

Mereka diterbangkan lagi menggunakan pesawat Thai Lion Air nomor penerbangan SL 177 menuju Bandara Syahjalal Internasional Airport di Dhaka.

Sebelumnya, 15 orang imigran asal Bangladesh ini, ditambah 20 orang rekannya yang lain masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Bandar Ngurah Rai Bali tanggal 16 dan 17 Juni 2019.

Baca: Ibu Muda di Pelalawan Riau Diperkosa di Kamarnya, Pelaku Tiba-tiba Masuk Saat Korban Gendong Anak

Sebanyak 13 orang tiba di Bali pada 16 Juni dan 22 orang lainnya pada 17 Juni.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved