Tak Punya Izin Tambang Pasir Laut, Gakkum Polair Polda Riau Amankan Dua Kapal dan 8 Orang

Dua kapal diamankan Polair Polda Riau dari perairan Pulau Rupat karena diduga tidak punya izin melakukan penambangan pasir laut.

Tak Punya Izin Tambang Pasir Laut, Gakkum Polair Polda Riau Amankan Dua Kapal dan 8 Orang
tribun pekanbaru
Barang bukti kapal yang diduga digunakan untuk menambang pasir lepas pantai di Perairan Rupat. 

tribunpekanbaru.com - Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Polair Polda Riau mengamankan dua kapal milik PT Rupat Makmur Jaya (RMJ), di perairan Pulau Rupat pada 12 Juli lalu.

Dua kapal milik PT RMJ tersebut diduga beroperasi tanpa dilengkapi Izin Usaha Penambangan (IUP), sebagaimana diatur dalam Pasal 158 Jo Pasal 37 Jo Pasal 40 (3) UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara pasal 55 Jo 56 KUHP.

Dikonfirmasi melalui Kasubdit Gakkum Polair Polda Riau, AKBP Wawan Setiawan pada Kamis (1/8), tangkapan itu juga melibatkan delapan orang yang sudah ditetapkan tersangka, setelah diperiksa pada 30-31 Juli lalu.

Dua kapal masing-masing dengan identitas KM Aminor Jaya GT32 dan KM Rafida Haya GT25 itu, diamankan dengan muatan pasir diduga hasil penambangan lepas pantai.

"Ada delapan orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Semua memiliki peran masing-masing," terangnya.

Beberapa tersangka tersebut, di antaranya Awi, merupakan Direktur Utama PT RMJ, Asiong sebagai Dirut Personalia, Basir sebagai koordinator kapal penyedot, Adi Maulana sebagai nahkoda kapal penyedot pasir tanpa nama, Candra Gunawan sebagai nahkoda kapal penyedot pasir tanpa nama, Akhirudin sebagai nahkoda kapal penyedot pasir tanpa nama, Ahmad Alri sebagai nahkoda KM Rafida Jaya, dan Zekkeri sebagai nahkoda KM Aminor Jaya.

Wawan Setiawan menjelaskan, proses pemeriksaan dan penyelidikan sudah dilakukan oleh pihaknya sejak 19 Juli lalu.

"Masing-masing pihak tersebut sudah kita tetapkan sebagai tersangka sejak 26 Juli lalu, dan saat ini tengah melakukan tahap pemeriksaan para tersangka selanjutnya," urainya.

Disampaikan juga, sejumlah barang bukti pendukung juga diamankan oleh pihaknya. Di antaranya 1 unit KM Aminor Jaya GT32 berisi pasir, 1 unit KM Rafida Jaya GT25 berisi pasir, tiga unit kapal penyedot pasir tanpa nama (KM tanpa nama), satu rangkap profil perusahaan, satu rangkap surat izin pertambangan khusus pengangkutan dan penjualan pasir PT RMJ yang dikeluarkan oleh kementerian, dua lembar nota pembelian pasir dikeluarkan oleh PT RMJ, dan sejumlah surat lainnya.

"Proses pemeriksaan para ahli juga sudah kita lakukan secara seksama pada bidang-bidang terkait dengan hal-hal pertambangan, sehingga kita menyimpulkan penetapan para tersangka tersebut bisa dilakukan," jelas AKBP Wawan.

Saat ini, masing-masing barang bukti berupa kapal masih berada di Pelabuhan Polair Polres Dumai di bawah pengawasan Sat Polrair Polres Dumai. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved