Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penyelundupan Senilai Rp10 M Lebih

Bea Cukai Tembilahan memusnahkan barang ilegal hasil selundupan, hasil 28 kali penindakan selama tahun 2019.

Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penyelundupan Senilai Rp10 M Lebih
tribun pekanbaru
Kepala Bea Cukai Tembilahan, Anton Martin, bersama perwakilan Forkompinda Inhil memusnahkan minuman keras ilegal di halaman Kantor Bea Cukai Tembilahan, Jumat (2/8). 

tribunpekanbaru.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan, kembali menggelar pemusnahan barang hasil penindakan di halaman Kantor Bea Cukai Tembilahan, Jumat (2/8).

Kali ini, Bea Cukai Tembilahan memusnahkan barang hasil 28 kali penindakan di tahun 2019, yang dilakukan oleh Kantor Wilayah DJBC Riau dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan.

Barang hasil penindakan yang dimusnahkan antara lain 11 juta batang rokok ilegal, 3.778 botol minuman keras impor ilegal yang berisi 5,4 ribu liter.

“Telah disahkan statusnya menjadi barang milik negara dan disetujui dengan total nilai barang mencapai Rp10,9 miliar lebih. Potensi kerugian negara yang berhasil di selamatkan Rp7,1 miliar,” ujar Anton Martin, Kepala Bea Cukai Tembilahan, usai pemusnahan kepada awak media.

Dikatakan, pemusnahan ini terwujud dari sinergi yang terbangun antara Bea Cukai dengan aparat penegak hukum lain dan seluruh elemen masyarakat, serta apresiasi atas sinergi yang telah terbangun.

“Barang–barang tersebut juga ada hasil penindakan dari Polres Inhil yang diserahterimakan ke Bea Cukai,” tuturnya.

Mengenai pelaku percobaan penyelundupan barang yang dimusnahkan tersebut, menurut Anton, sampai saat ini belum memiliki alat bukti yang cukup untuk menaikkan kasusnya ke tingkat penyidikan. “Tapi akan terus diproses. Sebagai langkah awal, barang sudah ditetapkan sebagai milik negara dan dimusnahkan untuk efek jera terhadap pelaku penyelundupan,” tuturnya.

Sebelumnya, Bea Cukai Tembilahan sudah dua kali melakukan penyidikan terhadap dua tersangka hasil penindakan Polres Inhil, yang saat ini dalam proses inkrah oleh Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan. Selain itu, satu tersangka lagi saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Satu orang lari ke luar negeri, kita tunggu, kalau yang bersangkutan pulang, kita jemput. Terus pengembangan (Polres Inhi), kami terus berkomunikasi,” tambah Anton.

Pada Juli lalu, Bea Cukai Tembilahan juga memusnahkan barang hasil penindakan 2018–2019 antara lain 11,9 juta batang rokok dengan total nilai Rp13.3 miliar. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved