Berita Siak

Bupati Alfedri Pantau Perkembangan, Sebut Kabut Asap di Siak Riau Masih di Bawah Ambang Bahaya

Bupati Siak Alfedri mengatakan kondisi kabut asap di Kabupaten Siak masih di bawah ambang bahaya, karena itu sekolah-sekolah belum bisa diliburkan.

Bupati Alfedri Pantau Perkembangan, Sebut Kabut Asap di Siak Riau Masih di Bawah Ambang Bahaya
Istimewa
Petugas Manggala Agni dan Damkar BPBD Siak berjibaku memadamkan Karhutla di KM 80 Dayun, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin bertambah di Kabupaten Siak. Jumat (2/8/2019), karhutla ditemukan di Kampung Sri Gemilang 35 Ha, Km 79-80 Dayun 35 Ha, Km 3 Dayun seluas 1,5 ha, Kampung Paluh 6 ha dan Kampung Tasik Betung belum terhitung luasnya.

Bupati Siak Alfedri mengatakan kondisi kabut asap di Kabupaten Siak masih di bawah ambang bahaya, karena itu sekolah-sekolah belum bisa diliburkan.

"Beberapa kecamatan yang dianggap lebih pekat sudah kita turunkan masker. Anak -anak sekolah diberi masker," kata Alfedri, Jumat (2/8/2019).

Ia menjelaskan, konsisi karhutla di Siak periode ini sudah berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Terhitung luasan terbakar masih sekitar 50 an ha. Areal terparah ada di Dayun dan di Sri Gemilang, Koto Gasib.

"Terbaru ada di Kampung Paluh 6 ha dan Km 3 seluas 1,3 ha serta di Tasik Betung. Tapi semua ini tetap menjadi konsentrasi kita, serta meningkatkan kerjasama dengan TNI-Polri, Manggala Agni, MPA dan BPBD," kata dia.

Alfedri mengatakan cepat merespon kejadian karhutla. Buktinya, pihaknya sudah memohon bantuan helikopter water bombing ke BPBD Provinsi Riau.

"Dari seluruh lahan terbakar sebagian besar lahan milik masyarakat. Di Sri Gemilang memang ada konsesi PT WSSI, tapi bagian plasmanya," kata dia.

Menurut Bupati Alfedri, karhutla di Siak diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Indikasinya bisa sengaja dan tidak sengaja. Ia mencontohkan, kebakaran yang tidak disengaja seperti orang pergi mancing yang merokok lalu membuang puntung rokok sembarangan.

"Mengenai hal ini kita sudah minta kepada Kapolres Siak untuk menindak tegas pelaku. Jika terbukti silakan proses secara hukum, kita mendorong penegakan hukum yang adil dan setimpal kepada pelaku pembakar lahan," kata dia.

Alfedri juga berjanji akan terus memantau perkembangan. Upaya sementara yang dia lakukan adalah memberikan layanan kesehatan kepada warga 24 jam melalui puskesmas dan rumah sakit.
"Kemudian para petugas damkar kita juga diperiksa kesehatannya," tutup Alfedri.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved