Menyeduh Teh di Bawah Pohon Mangga, Seketika Enam Orang Anak Tewas Disambar Petir

Rabu (31/7/2019), enam orang anak berusia antara empat dan 10 tahun dilaporkan tewas setelah tersambar petir.

Menyeduh Teh di Bawah Pohon Mangga, Seketika Enam Orang Anak Tewas Disambar Petir
Alan Highton/Barcroft Media/Ilustrasi
ILUSTRASI - Menyeduh Teh di Bawah Pohon Mangga, Seketika Enam Orang Anak Tewas Disambar Petir 

Menyeduh Teh di Bawah Pohon Mangga, Seketika Enam Orang Anak Tewas Disambar Petir

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rabu (31/7/2019), enam orang anak berusia antara empat dan 10 tahun dilaporkan tewas setelah tersambar petir.

Diketahui, mereka tersambar petir saat membuat teh di bawah pohon mangga.

Insiden tersebut terjadi di kota Siguiri, Guinea timur laut, dekat perbatasan Mali, tak lama setelah terjadi badai sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Menurut saksi mata yang juga penduduk lokal, Mamadi Doumbouya, kepada AFP, ada delapan anak ditemani oleh dua ibu-ibu, yang sedang berteduh di bawah pohon mangga di belakang rumahnya.

Baca: TONTON Live Tottenham vs Inter Milan Kick Off 21.00 WIB, Minggu (4/8), Streaming ICC 2019-VIDEO

Baca: VIDEO Jadwal Live Timnas Indonesia U-18 di Piala AFF U-18 2019, Live Streaming Mulai Selasa (6/8)

"Saya mengundang mereka semua untuk berlindung di ruang tamu saya. Kedua ibu bergegas masuk ke dalam rumah saya, tetapi anak-anak tampaknya bertahan untuk meminum satu cangkir teh terakhir," ujarnya.

Saat itu mendadak terdengar suara petir yang sangat keras, menyambar pohon mangga tempat anak-anak itu berteduh.

Seketika itu, Doumbouya bersama dua ibu anak-anak tersebut bergegas keluar dan melihat anak-anak sudah terbaring di tanah dan tak sadarkan diri.

Keenam anak-anak tersebut, lima perempuan dan seorang anak laki-laki berusia empat tahun dinyatakan telah meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Seorang dokter dari rumah sakit Siguiri mengatakan, enam anak tersebut telah meninggal saat dibawa ke rumah sakit pada sore harinya dan dua lainnya kini sedang di bawah observasi medis selama beberapa hari mendatang.

Insiden sambaran petir tersebut terjadi saat kawasan Afrika Barat yang kini tengah memasuki musim penghujan.

Pada Sabtu (27/7/2019) pekan lalu, insiden tanah longsor menerjang sebuah pertambangan emas di daerah yang sama dan menewaskan hingga empat orang, termasuk seorang anak berusia dua tahun dan ibunya.

Baca: Diperiksa KPK Selama Lima Jam & Dicecar 9 Pertanyaan, Perkara Apa yang Dialami Taufik Hidayat?

Baca: Gadis Remaja Diperkosa untuk Melunasi Utang Teman, Dua ABG di Lampung Ditahan Polisi

"Para korban bekerja di bekas tambang emas di mana penambangan dilarang karena risiko tanah longsor di tengah hujan lebat."

"Tetapi orang-orang justru pergi untuk berlindung di dalam terowongan," kata seorang pejabat Palang Merah. (*)

*Menyeduh Teh di Bawah Pohon Mangga, Seketika Enam Orang Anak Tewas Disambar Petir

Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved