Berita Riau

Terdakwa Narkoba Laporkan Penyidik Ke Div Propam Mabes Polri, Nilai Proses Hukumnya Janggal

Lima terdakwa kasus narkoba berencana akan melaporkan penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau

Terdakwa Narkoba Laporkan Penyidik Ke Div Propam Mabes Polri, Nilai Proses Hukumnya Janggal
Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lima terdakwa kasus narkoba yang tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bengkalis, berencana akan melaporkan penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan pelanggaran etik selama proses penyidikan.

Lima terdakwa kasus narkoba tersebut diantaranya Suci Ramadianto, Rojali, Iwan Irawan, Surya Darma dan Muhammad Haris. Mereka kini tengah menjalani proses persidangan dalam perkara dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu-sabu.

Kuasa hukum terdakwa, Achmad Taufan Soedirjo, mengatakan, sesuai fakta persidangan, dalam proses penyidikan terhadap terdakwa, diduga telah terjadi intimidasi.

"Ini sudah melanggar kode etik dan segera kita laporkan ke Propam Mabes Polri," tegas Taufan, Jumat (2/8/2019).

Baca: Sekolah di Siak Riau Belum Diliburkan, Bupati Alfedri Sebut Kabut Asap Masih di Bawah Ambang Bahaya

Taufan yang baru saja mendampingi mereka ketika sidang telah berjalan mengatakan, rencana untuk melaporkan penyidik itu, berangkat dari sejumlah fakta yang terungkap di persidangan.

Mulai dari kejanggalan penemuan sabu di dalam kapal speedboat kecil di perairan Pulau Bengkalis pada akhir Desember 2018 lalu.

Kemudian penunjukan kuasa hukum terdahulu, hingga dugaan dihalanginya rencana para terdakwa untuk melakukan praperadilan.

Belum lagi kata Taufan, Jaksa Penuntut Umum juga tidak kunjung menghadirkan saksi-saksi kunci, saksi ahli IT dan ahli perbankan terkait barang bukti sejumlah ponsel serta foto transaksi uang yang digelar di depan hakim.

"Saat ini, seluruh terdakwa telah mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) di Polisi. Begitu banyak kejanggalan yang telah terjadi sejak awal perkara ini bergulir," ungkap Taufan yang turut didampingi rekan seprofesinya Muhammad Ratho Priyasa.

"Kami percaya majelis hakim yang mulia tanpa keraguan memutuskan dengan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta persidangan dengan nurani yang merdeka dan profesional tanpa terpengaruh apapun dan siapa pun," sambung dia lagi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi wartawan secara terpisah, mempersilahkan para terdakwa untuk melaporkan penyidik ke Propam Mabes Polri.

"Setiap warga negara mempunyai kedudukan hukum yang sama. Silahkan melaporkan bila merasa ada tidak sesuai aturan dalam proses penyidikan," tegasnya Sunarto.

Baca: Begini Kabar Terbaru Aisyah, Bayi Selamat dari Grab yang Remuk Ditimpa Truk dan Firasat Sang Suami

Untuk diketahui, kasus narkoba yang menjerat lima terdakwa itu berawal dari temuan 37 kilogram sabu-sabu, 75.000 ekstasi serta 10.000 pil happy five di sebuah kapal pompong di perairan Kembung, Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan hasil pengembangan, polisi saat itu menangkap tiga tersangka. Mereka adalah Suci, Surya Darma dan Muhammad Haris.

Tak sampai di saja, Rojali dan Iwan turut diamankan dan dijadikan tersangka. Kini perkara tersebut tengah disidangkan di PN Bengkalis. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda).

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved