Berita Riau

VIDEO: Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi di Riau Ditangkap, Dijual Melalui Medsos

mereka bawa dengan cara dimasukkan ke dalam kandang kecil dan disimpan di dalam mobil, terdiri dari seekor Kukang Sumatra, 3 ekor Kancil dalam kondisi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua orang pelaku yang diduga merupakan bagian dari sindikat perdagangan satwa dilindungi Diamankan Jajaran Polda Riau.

Mereka masing-masing berinisial JM alias JY warga Dumai dan IG alias IN warga Rohil.

Keduanya ditangkap saat tengah berada di depan Hotel Whiz di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (30/7/2019) dini hari.

Ketika itu mereka berencana hendak melakukan transaksi jual beli satwa.

Adapun rincian satwa yang mereka bawa dengan cara dimasukkan ke dalam kandang kecil dan disimpan di dalam mobil, terdiri dari seekor Kukang Sumatra, 3 ekor Kancil, satu diantaranya dalam kondisi mati, 2 ekor Buaya Muara, 3 ekor burung Nuri Tanau, 20 ekor burung Betet, dan seekor Beruk.

Disebutkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen aparat kepolisian dalam menegakkan aturan tentang hewan yang dilindungi.

Baca: Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi Diciduk Polda Riau, Pelaku Kerap Unggah Gambar Hewan di Medsos

Baca: Polda Riau Tangkap Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

Baca: Sempat Kejar-kejaran Mobil, Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 6 Ekor Satwa Dilindungi

Sunarto menyatakan, pengungkapan sendiri berawal dari patroli siber yang dilakukan aparat di dunia maya, khususnya media sosial (medsos). Salah satunya Facebook.

"Dijumpai satu akun atas nama Jimmy Dumai Riau yang postingannya menawarkan satwa-satwa termasuk yang dilindungi untuk dijual. Kita lakukan penelusuran, diketahui akan ada transaksi di Kota Pekanbaru, langsung kita sergap," kata Sunarto saat kegiatan ekspos kasus, Rabu (31/7/2019).

Lanjut Sunarto, pengakuan pelaku, mereka baru lima bulan menjalankan bisnis jual beli satwa ini.

Adapun hewan yang diperjualbelikan, selain mereka mencari sendiri, ada juga yang mereka beli dari masyarakat untuk kemudian dijual kembali.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved